Sumbawanews.com,- Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengeluarkan peringatan tegas terhadap Israel, menyatakan bahwa setiap upaya untuk menguasai Masjid Al-Aqsa akan memicu konflik berskala luas yang tak terkendali. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (10/6), Hamas mengecam rencana Israel untuk menghapus peran Yordania sebagai penjaga situs suci umat Islam itu, sekaligus membentuk badan baru yang akan membuka akses ibadah bagi umat Yahudi di kompleks Haram al-Sharif.
Menurut Hamas, langkah itu bukan sekadar pelanggaran hukum internasional, tetapi serangan terhadap identitas keagamaan dan sejarah umat Muslim. Ancaman itu muncul setelah laporan dari sejumlah sumber diplomatik mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang menyusun skema untuk mencabut wewenang Wakaf Islam Yordania atas situs tersebut. Rencana itu, jika dijalankan, akan memberikan Israel kendali penuh atas pengangkatan imam, penyusunan khutbah Jumat, serta izin masuk bagi jemaah—termasuk mengizinkan ibadah massal umat Yahudi di area yang selama ini dianggap sakral oleh umat Islam.
Hamas secara khusus menyoroti upaya Israel untuk merebut Kubah Musa, salah satu dari belasan monumen bersejarah di pelataran barat Al-Aqsa. Kubah yang pernah menjadi pusat pembelajaran ilmu agama dan rumah tahfiz ini kini menjadi simbol ketahanan spiritual warga Palestina. “Ini bukan sekadar perubahan administratif. Ini adalah upaya sistematis untuk menghapus jejak Islam dari tanah suci,” tegas pernyataan Hamas, dikutip dari Al Jazeera.
Organisasi ini mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk segera mengambil tindakan kolektif, bukan hanya dalam bentuk pernyataan diplomatik, tetapi melalui langkah nyata yang dapat menghentikan ambisi Israel. “Warga Palestina tidak akan pernah menerima Yahudisasi Al-Aqsa. Setiap langkah menuju itu akan dibalas dengan perlawanan yang tak terelakkan,” ujar seorang pejabat senior Hamas.
Pernyataan keras ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah, di mana serangan militer Israel terhadap Gaza dan ancaman terhadap Lebanon semakin intens. Sementara itu, Iran dan sekutunya telah memperingatkan kemungkinan eskalasi regional jika situs-situs suci di Yerusalem dilanggar. Dengan latar belakang sejarah yang penuh luka, Al-Aqsa bukan lagi sekadar bangunan batu dan kubah—ia menjadi simbol ketahanan, kehormatan, dan harapan bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Dan bagi Hamas, mengancamnya berarti mengguncang fondasi perlawanan itu sendiri.

















