Sumbawanews.com,- Pemain sayap Mesir Haissem Hassan menjadi sorotan setelah hampir membawa timnya menyingkirkan juara bertahan Argentina dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026. Dengan kecepatan dan keberanian luar biasa, winger berusia 24 tahun itu memaksa pertahanan Argentina bekerja keras sepanjang pertandingan, bahkan menciptakan peluang emas yang hampir mengubah jalannya sejarah turnamen.
Sebelum pertandingan, Hassan hampir tak dikenal di kancah sepak bola global. Bermain di kasta kedua Liga Spanyol bersama Real Oviedo, ia hanya mencatat tiga assist dalam 37 penampilan musim lalu. Namun, di atas lapangan di Atlanta, ia berubah menjadi ancaman nyata. Ia memberikan assist untuk gol kedua Mesir dan nyaris mencetak gol sendiri setelah melewati tiga lawan dari area pertahanan, sebelum wasit membatalkan golnya karena pelanggaran.
Mesir sempat unggul 2-0, namun Argentina akhirnya membalikkan keadaan dan menang, melaju ke perempat final. Meski kalah, penampilan Hassan meninggalkan jejak mendalam. Pemain berkaki kiri ini, yang sebelumnya membela timnas Prancis U-17 sebelum memilih memperkuat Mesir, menjadi simbol harapan generasi baru setelah era Mohamed Salah. Karakternya yang lincah dan penuh kejutan membuat klub-klub Eropa mulai memperhatikan potensinya.
Perjalanan Hassan dari klub kasta kedua hingga menghadapi raksasa dunia di panggung Piala Dunia adalah kisah ketahanan dan bakat yang tak terduga. Ia bukan bintang yang dijanjikan, tapi ia membuktikan bahwa di setiap turnamen besar, nama-nama tak terduga bisa menjadi pahlawan tanpa sadar.















