Sumbawanews.com,- Citra satelit terbaru dari Google Earth memperlihatkan luasnya kehancuran di Gaza akibat serangan militer Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Kawasan permukiman yang dulunya padat kini berubah menjadi hamparan puing, dengan masjid, sekolah, dan rumah sakit seperti Al-Shifa hancur total. Kota Rafah, Khan Younis, dan Kota Gaza terlihat hampir seluruh bangunannya rata dengan tanah, sementara tempat penampungan darurat tersebar di lahan kosong. PBB mencatat 82 persen bangunan di Gaza mengalami kerusakan, dua pertiganya hancur total.
Citra yang muncul secara daring pada Ahad itu langsung menjadi sorotan global. Analis Australian Strategic Policy Institute, Nathan Ruser, menyebut gambar itu menunjukkan realitas Gaza dengan ketajaman yang mengejutkan. Barry Andrews, anggota Parlemen Eropa, membagikan citra tersebut di platform X, yang kemudian ditonton dua juta kali, disukai 18.000 kali, dan diunggah ulang ribuan kali. Wartawan Palestina Abubaker Abed mengatakan ia tak sanggup menatap peta itu meski telah menyaksikan langsung kehancuran di lapangan.
Tidak ada konfirmasi resmi dari Google mengenai tanggal pengambilan atau pengunggahan citra tersebut, meski laporan menyebut gambar beresolusi tinggi diambil sepanjang tahun ini. Perbandingan dengan citra sebelumnya memperlihatkan perubahan drastis yang mencerminkan dampak operasi militer Israel yang telah berlangsung hampir tiga tahun. Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan puluhan ribu lainnya terluka dalam konflik ini.















