Sumbawanews.com,- Pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, hingga Jumat dini hari, 28 Agustus 2026, sebagian besar permukaan Bulan akan tertutup bayangan Bumi dalam fenomena gerhana sebagian yang sangat langka, dengan 96 persen cahayanya terhalang. Peristiwa ini terjadi dua pekan setelah gerhana Matahari total melintasi Greenland, Islandia, dan Spanyol, dan merupakan bagian dari siklus alami di mana Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Fenomena ini dapat disaksikan oleh miliaran orang di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, serta Timur Tengah, asalkan langit tidak berawan. Di beberapa wilayah, termasuk Inggris, Bulan purnama dalam peristiwa ini dikenal sebagai Sturgeon Moon. Proses gerhana sebagian berlangsung lebih dari tiga jam, sementara keseluruhan durasi—dari awal Bulan memasuki bayangan samar hingga keluar sepenuhnya—mencapai 5,5 jam. Sekitar satu miliar orang di Amerika Serikat, Kanada, dan Amerika Tengah-Selatan akan menyaksikan seluruh rangkaian gerhana, sementara lebih dari tiga miliar orang di berbagai belahan dunia bisa melihat sebagian dari peristiwa ini. Fenomena ini tidak akan menghasilkan bulan merah darah penuh karena kesejajaran antara ketiga benda langit tidak sempurna.















