Home Berita Internasional Gempa Jepang Tewaskan 34 Orang, Pusat Bencana Masih Berjuang Lawan Waktu

Gempa Jepang Tewaskan 34 Orang, Pusat Bencana Masih Berjuang Lawan Waktu

Sumbawanews.com,- Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan shindo 7 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa, 28 Juli 2026, bertambah menjadi 34 orang. Hingga Kamis, 30 Juli 2026, 25 korban telah dipastikan meninggal langsung akibat gempa, sementara sembilan lainnya masih dalam proses verifikasi kaitannya dengan bencana. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang mungkin masih selamat sebelum melewati masa kritis 72 jam pasca-gempa.

Ledakan di AEON Mall di Kota Kashima, yang terjadi 80 menit setelah gempa, menewaskan tujuh orang ketika sebagian lantai dua bangunan runtuh dan menjebak pekerja di dalamnya. Presiden AEON, Akio Yoshida, menyatakan kemungkinan kebocoran gas sebagai penyebab ledakan dan meminta maaf atas insiden tersebut. Di Kota Yatsushiro, cerobong asap pabrik Nippon Paper Industries ambruk dan menewaskan delapan orang, sementara 11 pekerja lainnya masih dalam proses evakuasi. Operasi penyelamatan melibatkan polisi, pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri Jepang, dan Penjaga Pantai Jepang yang bekerja tanpa henti.

Sebanyak 9.450 warga mengungsi ke lebih dari 400 tempat penampungan, sementara 13.520 rumah tangga masih tanpa listrik dan 108.100 rumah tangga kehilangan akses air bersih. Otoritas memperingatkan risiko sengatan panas karena suhu diperkirakan melampaui 35 derajat Celsius hingga akhir pekan. Warga mengantre panjang untuk mendapatkan air dari truk tangki, dan pemerintah mendistribusikan 3.300 unit pendingin udara portabel, dengan 300 unit telah tiba di Kota Mashiki.

Gempa dipicu oleh pergerakan segmen Sesar Hinagu, sesar yang sama yang menjadi penyebab gempa besar Kumamoto pada 2016. Panel ahli menyatakan patahan membentang sekitar 30 kilometer di bagian timur laut sesar, dengan pergeseran tektonik mencapai 87 sentimeter di Yatsushiro. Segmen Laut Yatsushiro di selatan masih belum bergerak, dan para ahli memperingatkan potensi gempa susulan hingga sepekan ke depan, dengan risiko tertinggi dalam dua hingga tiga hari pertama. Badan Meteorologi Jepang mencatat 256 gempa susulan hingga Kamis pukul 09.00 waktu setempat, termasuk gempa terbesar berkekuatan magnitudo 6,1 yang terjadi kurang dari satu jam setelah gempa utama.

Pemerintah juga memantau perkembangan badai tropis kuat di Samudra Pasifik yang diperkirakan mencapai Pulau Kyushu pekan depan, dengan kekhawatiran curah hujan tinggi dapat memicu tanah longsor di wilayah yang sudah rapuh akibat gempa.

Previous articleFederico Barba Resmi Gabung Palermo, Inzaghi Sebut Bek Eks Persib Jaminan Taktis di Serie B
Next articleRio Ngumoha Cetak Gol, Tambah Pesona di Depan Iraola