Home Berita Nasional Frans Putros, Pemain Liga Indonesia Pertama yang Berlaga di Piala Dunia

Frans Putros, Pemain Liga Indonesia Pertama yang Berlaga di Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Sejarah tercipta di panggung sepak bola dunia: Frans Putros, bek tim Persib Bandung, menjadi pemain aktif Liga Indonesia pertama yang dipanggil tampil di Piala Dunia. Pemain berkebangsaan Irak ini masuk dalam daftar 26 pemain resmi Timnas Irak untuk Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam pengumuman resmi yang dirilis melalui akun Instagram timnas Irak, pelatih Graham Arnold secara resmi memasukkan nama Putros sebagai bagian dari skuad utama. Pemain berusia 28 tahun itu menjadi sorotan bukan hanya karena konsistensinya di lini belakang Persib, tetapi juga karena perjalanan langka seorang pemain yang berkembang di kompetisi domestik Indonesia lalu membela negara lain di ajang tertinggi sepak bola dunia.

Putros akan tampil di Grup I yang dikenal sebagai “grup neraka”, bersama Norwegia, Prancis, dan Senegal. Laga pembuka Irak akan melawan Norwegia pada 17 Juni, diikuti pertandingan melawan Prancis pada 23 Juni, dan penutup melawan Senegal pada 27 Juni. Kehadirannya bukan sekadar simbolis—Putros telah menjadi pilar utama Persib sejak bergabung pada 2023, dengan performa konsisten di Liga 1 dan kepercayaan penuh dari pelatih.

Kepastian keikutsertaannya juga membawa dampak finansial signifikan bagi Persib Bandung. Melalui skema Club Benefit Programme FIFA, klub-klub yang melepas pemainnya ke Piala Dunia akan menerima kompensasi finansial. Untuk edisi 2026, total dana yang dialokasikan mencapai 355 juta dolar AS (sekitar Rp6 triliun), dan kini mencakup pemain yang dipanggil sejak babak kualifikasi—membuka peluang bagi Persib untuk menerima dana tambahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Sebelum Putros, memang pernah ada pemain asing yang pernah bermain di Liga Indonesia dan pernah tampil di turnamen besar dunia, seperti Shane Smeltz (Selandia Baru) di Borneo FC atau Mario Kempes, Roger Milla, dan Michael Essien. Namun, mereka tidak lagi aktif di tim nasional saat berada di Indonesia, atau tidak pernah tampil di Piala Dunia setelah bergabung dengan klub lokal. Putros adalah yang pertama: pemain aktif, berkontribusi penuh di liga, dan langsung membela negara asalnya di pentas tertinggi.

Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa Liga Indonesia tidak lagi sekadar tempat berlabuhnya pemain tua atau pensiunan. Di bawah pengelolaan yang semakin profesional, kompetisi ini mampu melahirkan talenta yang mampu bersaing di level internasional—bahkan menjadi jembatan bagi negara-negara kecil untuk menemukan bakat tersembunyi di Asia Tenggara.

Di tengah euforia kebangkitan timnas Indonesia, keberhasilan Putros menjadi pengingat bahwa kekuatan sepak bola bukan hanya soal bendera yang dikibarkan, tapi juga soal kualitas, kesempatan, dan sistem yang mendukung. Persib Bandung bukan hanya klub yang memenangkan gelar—mereka kini menjadi bagian dari sejarah global sepak bola. Dan Frans Putros? Ia bukan sekadar pemain. Ia adalah simbol bahwa mimpi dari tanah Jawa bisa berakhir di stadion Piala Dunia.

Previous articlePentagon Larang Jurnalis Masuk Kantor Pers
Next articleBonus Kambing Guling Jadi Umpan Penipuan Pernikahan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik