Sumbawanews.com,- Sebuah kecelakaan kereta api mengerikan terjadi di jalur kereta Bedfordshire, Inggris, pada Jumat, 19 Juni 2026, pukul 17.15 waktu setempat. Dua kereta bertabrakan dengan kekuatan dahsyat di jalur utama yang menghubungkan London dengan Midlands, menewaskan satu orang—masinis salah satu kereta—and melukai setidaknya 89 penumpang. Insiden ini memicu respons darurat skala besar, dengan petugas pemadam kebakaran, ambulans, dan kepolisian dikerahkan ke lokasi dalam hitungan menit.
Menurut laporan Layanan Ambulans East of England, dari 89 korban luka, 11 berada dalam kondisi kritis, 22 mengalami luka serius, dan 56 lainnya mengalami luka ringan. Rumah Sakit Bedford dilaporkan siap menerima hingga 50 korban, sementara sejumlah penumpang yang selamat menggambarkan kejadian itu sebagai “ledakan bom.” Peter Knapp, salah seorang penumpang, bercerita bahwa gerbong penuh asap, darah memenuhi lantai, dan teriakan panik memenuhi udara. “Banyak yang tak bisa bicara. Ada yang kaki patah, wajah berlumuran darah. Semua dalam kekacauan total,” katanya kepada BBC.
Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Kereta Api, Maritim, dan Transportasi Nasional (RMT), Eddie Dempsey, mengonfirmasi bahwa satu-satunya korban jiwa adalah masinis yang berada di lokomotif salah satu kereta. Kepolisian Bedfordshire menetapkan insiden ini sebagai keadaan darurat besar. Wakil Kepala Kepolisian Stuart Cundy menyatakan tim sedang bekerja cepat untuk menentukan penyebab pasti tabrakan, sambil memberikan dukungan psikologis kepada keluarga korban yang mencari informasi.
Operator kereta East Midlands Railway langsung menghentikan seluruh layanan menuju dan dari Stasiun London St Pancras hingga akhir hari. Belum ada kepastian kapan layanan akan kembali beroperasi. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan dua kereta yang hancur berantakan, dengan gerbong terguling dan jendela pecah berhamburan.
Insiden ini memicu pertanyaan mendesak tentang keselamatan infrastruktur kereta api di Inggris, yang telah menjadi tulang punggung transportasi nasional selama lebih dari satu abad. Otoritas transportasi setempat berjanji akan segera mengumumkan hasil investigasi awal dalam waktu 48 jam. Sementara itu, masyarakat di sepanjang jalur Bedfordshire terus berduka, sambil menanti jawaban atas satu pertanyaan paling menyakitkan: mengapa ini terjadi?















