Home Berita Internasional Spanyol Huyahkan Militer Hadapi Gelombang Imigran di Ceuta

Spanyol Huyahkan Militer Hadapi Gelombang Imigran di Ceuta

Sumbawanews.com,- Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan militer ke Ceuta untuk mengatasi gelombang imigran ilegal yang masuk secara massal melalui perbatasan dengan Maroko, menyusul lonjakan tiba-tiba lebih dari 1.500 orang dalam sepekan. Perdana Menteri Pedro Sanchez mengumumkan langkah ini pada 30 Juli 2026, menyatakan komitmen penuh untuk merespons krisis dengan segera, sambil bekerja sama dengan otoritas Maroko dan komunitas internasional. Sebanyak 18 migran dilaporkan tewas saat berenang menyeberang, dan sembilan jenazah ditemukan dalam insiden terbaru. Sanchez dan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska langsung bertolak ke Ceuta pada 31 Juli 2026 untuk meninjau situasi secara langsung.

Krisis ini terjadi dalam konteks aksi terkoordinasi ratusan ribu migran yang berkumpul di dekat perbatasan Castillejos, Maroko, bertepatan dengan peringatan 27 tahun penobatan Raja Mohammed VI. Otoritas Maroko menyatakan tidak mengetahui pemicu gelombang besar tersebut, meski telah membentuk barikade dan menahan puluhan orang. Pemerintah otonom Ceuta mengkritik respons Madrid sebagai “tidak memadai,” menilai situasi sebagai yang belum pernah terjadi sebelumnya dan telah menguji kapasitas institusional kota.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mendukung penangguhan keanggotaan Spanyol dalam wilayah Schengen, menilai krisis imigran di Ceuta sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional Eropa. Tajani menyalahkan kebijakan Madrid yang dianggapnya mendorong perdagangan manusia dengan memberikan kewarganegaraan kepada lebih dari 500.000 imigran ilegal. Otoritas Spanyol masih menunggu hasil otopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian para korban yang ditemukan di laut.

Previous articleThom Haye Akui Timor Leste Bermain Sengit di Piala AFF 2026
Next articlePersija Jakarta Bertaruh Hidup-Mati Lawan PSMS Medan di Piala Presiden 2026