Home Berita Internasional AS Resmi Akhiri Misi Militer di Irak Setelah 12 Tahun Operasi

AS Resmi Akhiri Misi Militer di Irak Setelah 12 Tahun Operasi

Sumbawanews.com,- Irak secara resmi mengumumkan berakhirnya misi koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat pada 30 September 2026. Pengumuman ini menandai penutupan operasi militer berskala besar yang dimulai pada 2014 untuk memerangi ISIS, sekaligus menutup babak baru hubungan keamanan bilateral antara Baghdad dan negara-negara anggota koalisi. Penarikan pasukan AS telah selesai sesuai tenggat waktu yang disepakati, mengakhiri kehadiran militer asing yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade sejak invasi 2003. Pemerintah Irak menegaskan bahwa pasukan keamanan domestik kini mampu menjaga kedaulatan tanpa bantuan garnisun asing.

Misi militer AS di Irak dimulai dengan invasi pada 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein, diikuti pendudukan selama delapan tahun hingga penarikan pertama pada 2011. Namun, munculnya ancaman ISIS pada 2014 memaksa AS kembali mengerahkan pasukan dalam operasi Inherent Resolve. Setelah bertahun-tahun mendukung pasukan Irak dalam pertempuran melawan teroris, peran tempur koalisi dihentikan pada 2021, dan pasukan yang tersisa hanya berfokus pada pelatihan, nasihat, dan intelijen. Proses penarikan akhir ini diputuskan melalui negosiasi bilateral sejak 2023, dengan komisi militer tinggi menilai kemampuan pertahanan Irak hingga akhirnya seluruh fasilitas militer diserahkan ke pihak lokal pada Januari 2026.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi sepakat bahwa keberadaan pasukan asing tidak lagi diperlukan. Zaidi menegaskan bahwa Irak tidak lagi membutuhkan kehadiran faksi bersenjata asing, sementara Trump menyatakan Washington tidak lagi memerlukan garnisun militer di negara itu. Pada 27 September 2026, pejabat Irak mengonfirmasi pasukan asing telah sepenuhnya meninggalkan wilayahnya, meskipun pihak AS tidak secara resmi mengonfirmasi hal tersebut.

Selama dua fase konflik—2003 hingga 2011 dan 2014 hingga 2026—total 4.541 tentara AS tewas dan lebih dari 32.000 lainnya terluka. Biaya operasi militer AS di Irak mencapai lebih dari USD 752 miliar hingga 2011, sementara korban sipil diperkirakan lebih dari 200.000 jiwa menurut Iraq Body Count. Dengan berakhirnya misi ini, Irak memasuki era baru di mana keamanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara itu sendiri.

Previous articleRespons Dampak Kemarau, Lanud Sjamsudin Noor Kembali Salurkan Air Bersih untuk Warga
Next articleRemisi Sakit Indra Kenz Dikaji Ulang, Bisa Dicabut dan Dikembalikan ke Lapas