Sumbawanews.com,- Gunther von Hagens, ilmuwan asal Jerman yang menciptakan teknik plastinasi untuk mengawetkan tubuh manusia, meninggal dunia pada 24 Juli 2026 di Heidelberg pada usia 81 tahun akibat pendarahan otak. Ia meninggalkan wasiat agar jasadnya sendiri diawetkan dan dipajang di museum, sesuai keinginan yang telah lama ia nyatakan. Institut Plastinasi yang didirikannya mengonfirmasi bahwa proses plastinasi terhadap tubuhnya akan dilaksanakan sesuai permintaannya, meskipun lokasi pasti pamerannya belum ditentukan.
Von Hagens, yang lahir dengan nama Gunther Gerhard Liebchen pada Januari 1945 di Skalmierzyce, Polandia, mengembangkan teknik plastinasi pada 1977 saat bekerja di Universitas Heidelberg. Ia menemukan cara mengganti cairan dan lemak dalam jaringan tubuh dengan resin, silikon, dan epoksi, sehingga tubuh menjadi kaku dan dapat diposisikan seperti dalam keadaan hidup. Teknik ini menjadi dasar pameran Body Worlds yang dimulai pada 1995, menampilkan ratusan tubuh manusia dalam berbagai pose—dari berolahraga hingga bermain catur—dan menarik lebih dari 50 juta pengunjung di seluruh dunia.
Pameran itu, yang dikembangkan bersama istrinya Angelina Whalley, bertujuan mendemokratisasi ilmu anatomi dan menghapus tabu terhadap kematian. Namun, kontroversi tak terhindarkan, terutama setelah laporan tahun 2004 mengungkap bahwa fasilitasnya di China menerima jenazah dari narapidana yang dieksekusi. Von Hagens kemudian menghentikan penerimaan jenazah semacam itu. Ia juga dikenal dengan penampilannya yang khas: topi fedora dan rompi kulit, yang membuatnya dianggap sebagai ilmuwan eksentrik.
Meski menderita Parkinson sejak 2008 dan kehilangan kemampuan bicara serta koordinasi motorik, von Hagens tetap teguh pada pandangannya bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian. Dalam tulisannya pada 2018, ia menyatakan bahwa setiap tubuh yang ia lihat setelah mati membuktikan bahwa “jiwa sudah tidak ada.” Kini, jasadnya sendiri akan menjadi bagian dari warisan ilmiahnya—sebuah penghormatan final terhadap kehidupan yang ia dedikasikan untuk memahami tubuh manusia.















