Sumbawanews.com,- Ledakan dahsyat terjadi di Dermaga 78, Pelabuhan Constanța, Rumania, pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 10.28 waktu setempat. Perangkat tak berawak yang diduga drone laut Magura V5 milik Ukraina meledak saat tim ahli sedang memeriksa dan berupaya menetralisirnya setelah ditemukan di perairan pelabuhan Laut Hitam.
Menurut laporan Departemen Situasi Darurat Rumania (DSU), peringatan dini tentang keberadaan objek mencurigakan telah diterima sebelumnya, memicu evakuasi segera dari kawasan sekitar. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, berkat protokol keamanan yang ketat. Helikopter militer langsung dikerahkan untuk memantau garis pantai, menyusul kekhawatiran bahwa drone serupa mungkin masih beredar di sekitar perairan tersebut.
Dinas Intelijen Rumania, Penjaga Pantai, dan Kementerian Pertahanan bersama-sama mengamankan lokasi kejadian. Pihak berwenang menegaskan bahwa perangkat itu bukan milik Rumania dan tidak terkait dengan latihan militer apa pun yang sedang berlangsung di negara itu.
Sumber militer yang dikutip media lokal Digi24 menyatakan bahwa drone Magura V5—sebuah sistem serangan laut berbasis otonom yang telah digunakan Ukraina dalam operasi di Laut Hitam—adalah identitas yang paling mungkin. Empat drone serupa juga dilaporkan ditemukan di lepas pantai Constanța, meskipun belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas.
Kejadian ini memperkuat kekhawatiran bahwa konflik di Ukraina terus menyebar ke wilayah tetangga, terutama negara-negara anggota NATO yang berbatasan dengan Laut Hitam. Rumania, yang telah menjadi salah satu poros logistik utama bagi bantuan militer Barat ke Ukraina, kini berada di garis depan ketegangan strategis.
Sebelumnya, pada 29 Mei 2026, sebuah drone Rusia menyerang apartemen di Galati, Rumania, melukai dua orang—serangan pertama yang menargetkan wilayah NATO secara langsung. Kini, ledakan drone Ukraina di pelabuhan Rumania menambah kompleksitas dinamika perang, di mana senjata-senjata otonom semakin sulit diprediksi dan diidentifikasi.
Pemerintah Rumania belum mengeluarkan pernyataan resmi menyalahkan pihak tertentu, tetapi analis keamanan memperingatkan bahwa insiden ini bisa menjadi titik balik dalam eskalasi konflik di kawasan.

















