Home Berita Internasional Donatur Menghilang, Tiket Terjual Minim, Kennedy Center Alami Krisis Keuangan

Donatur Menghilang, Tiket Terjual Minim, Kennedy Center Alami Krisis Keuangan

Sumbawanews.com,- Pusat seni John F. Kennedy Center mengalami penurunan drastis dalam pendapatan setelah nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipasang di gedung tersebut pada Desember 2025. Dokumen internal yang diungkap The Washington Post pada 25 Agustus 2026 menunjukkan proyeksi pendapatan tahun fiskal 2026 anjlok dari target 220 juta dolar AS menjadi hanya 124 juta dolar AS, atau kekurangan hampir 96 juta dolar AS. Pendapatan dari penjualan tiket diperkirakan 70 persen di bawah anggaran, sementara sumbangan donatur turun 25 persen. Lembaga ini diproyeksikan mengalami defisit sekitar 23 juta dolar AS, meski pengeluaran telah dipangkas sepertiga. Sumber internal menggambarkan dampaknya sebagai “seperti hari kiamat”—donatur, artis, dan penonton menghilang secara bersamaan.

Kennedy Center membantah bahwa penggantian nama menjadi penyebab utama krisis. Juru bicara lembaga menyalahkan manajemen sebelumnya atas bertahun-tahun salah kelola keuangan dan menyatakan bahwa pencantuman nama Trump justru membawa donatur baru serta mendukung upaya renovasi. Pemerintahan Trump juga membela kebijakan tersebut, menekankan bahwa presiden menyediakan kepemimpinan dan sumber daya untuk memulihkan gedung, serta menunjuk persetujuan Kongres terhadap dana 257 juta dolar AS untuk renovasi sebagai bukti keberhasilan. Namun, angka-angka proyeksi tersebut belum diverifikasi oleh laporan keuangan audit independen yang hingga kini masih tertunda berbulan-bulan.

Previous articleGarudayaksa FC Siap Terjang BRI Super League 2026/2027
Next articlePresiden Prabowo Subianto Tinjau NTT Pascagempa, Ungkap Alasan Kedatangan Ditunda