Sumbawanews.com,- Stadion Utama Gelora Bung Karno berubah menjadi lautan biru-merah pada Senin malam, 5 Oktober 2026, ketika Timnas Indonesia memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand lewat drama adu penalti. Kiper Emil Audero Mulyadi menjadi pahlawan setelah menggagalkan tendangan terakhir tim tamu, memicu ledakan kegembiraan dari lebih dari 70 ribu suporter yang memadati stadion. Lagu “Tanah Airku” pun berkumandang, ditemani sorot lampu dramatis yang menyinari lapangan, sementara Presiden Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyaksikan momen bersejarah itu dari podium.
Euforia tak hanya terbatas di dalam stadion. Suporter saling berpelukan, berteriak “Champione!” hingga ke luar area SUGBK, bahkan petugas kepolisian yang bertugas pun ikut bertepuk tangan merayakan kemenangan. Antusiasme publik yang luar biasa telah terlihat sejak jauh-jauh hari, dengan seluruh tiket final terjual habis—bukti kuat dukungan masif terhadap perjuangan Garuda sejak fase grup hingga puncak turnamen.
Di tengah perayaan, momen haru muncul ketika Ole Romeny membentangkan jersey nomor 7 milik Marselino Ferdinan sebagai simbol penghormatan. Respons haru Marselino lewat media sosial pun menjadi simbol kebersamaan tim dan fans yang tak tergantikan.
Laga final yang berjalan sengit hingga detik terakhir itu menutup perjalanan panjang Timnas Indonesia di turnamen ini, sekaligus mengukir sejarah baru sepak bola nasional.















