Sumbawanews.com,- Pada Selasa, 7 Juli 2026, Cristiano Ronaldo resmi mengakhiri perjalanan karier internasionalnya di Piala Dunia setelah Portugal dikalahkan Spanyol 0-1 di babak 16 besar. Gol tunggal Mikel Merino di menit ke-90 di AT&T Stadium, Arlington, menjadi penutup mimpi Ronaldo meraih trofi Piala Dunia, sekaligus mengukir rekor sebagai pencetak gol tertua di fase gugur turnamen tersebut pada usia 41 tahun.
Ronaldo, yang sebelumnya mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang terakhirnya bersama Timnas Portugal, tak mampu menyamai pencapaian rival abadinya, Lionel Messi, yang telah memenangi Piala Dunia 2022 bersama Argentina. Meski demikian, rekor kebanggaan Ronaldo—menjadi pemain tertua yang mencetak gol di babak gugur Piala Dunia—kemungkinan besar tak akan tergoyahkan oleh Messi, yang kini berusia 39 tahun dan baru saja mencetak gol dalam kemenangan Argentina 3-2 atas Timor Leste di fase grup.
Rekor itu menggeser catatan sebelumnya milik rekan satu timnya, Pepe, yang mencetak gol di fase gugur pada usia 39 tahun sembilan bulan saat Portugal menghancurkan Swiss 6-1 pada Piala Dunia 2022. Dengan usia yang terus bertambah dan Argentina yang masih bertahan di turnamen ini, Messi memiliki peluang terbatas untuk menyamai atau melampaui rekor usia Ronaldo di babak gugur, terutama jika Albiceleste tak sampai ke final.
Portugal resmi tersingkir, sementara Messi dan Argentina bersiap menghadapi Mesir dalam laga 16 besar yang berlangsung malam harinya. Meski tak meraih gelar juara, Ronaldo meninggalkan warisan unik yang mungkin akan bertahan selama puluhan tahun—rekor usia tertua pencetak gol di fase gugur Piala Dunia, sebuah pencapaian yang tak hanya tentang keahlian, tapi juga ketahanan fisik dan mental di puncak karier.















