Sumbawanews.com,- Chelsea menjadi klub paling boros di Premier League musim panas 2026, menghabiskan dana sebesar US$439,4 juta (Rp7,85 triliun) untuk merekrut pemain baru hingga 19 Agustus 2026. Angka itu menjadikan The Blues satu-satunya tim di liga Inggris yang melewati ambang US$400 juta dalam belanja transfer, jauh di atas pesaing terdekatnya. Tottenham Hotspur menempati posisi kedua dengan pengeluaran US$302,9 juta (Rp5,41 triliun), sementara Newcastle United berada di urutan ketiga dengan US$224,1 juta (Rp4 miliar). Manchester City dan Arsenal menyusul di posisi empat dan lima, masing-masing menghabiskan US$204,3 juta dan US$203,3 juta.
Di luar lima besar, Ipswich Town dan Aston Villa juga tercatat sebagai pembelanja besar, masing-masing menggelontorkan US$199,6 juta dan US$180,1 juta. Klub-klub lain seperti Brighton, Manchester United, dan Liverpool juga masuk dalam daftar belanja di atas US$100 juta, menunjukkan kompetisi ketat di pasar transfer. Sementara itu, Sunderland menjadi satu-satunya tim yang tidak mengeluarkan dana sama sekali, tetap tanpa rekrutmen baru hingga akhir periode transfer.
Total keseluruhan pengeluaran 20 klub Premier League mencapai US$2,92 miliar (Rp51,84 triliun), menandai salah satu bursa transfer paling mahal dalam sejarah liga. Dengan dominasi finansial Chelsea, banyak pihak memperkirakan tekanan kompetisi akan semakin tinggi di musim 2026/27, terutama bagi tim-tim dengan anggaran terbatas.















