Sumbawanews.com,- Manchester City menghadapi batas akhir pengajuan banding pada 2 Oktober 2026, setelah dinyatakan bersalah atas 115 pelanggaran aturan keuangan Premier League. Klub asal Manchester itu kini bersiap memutuskan apakah akan menantang keputusan komisi independen yang menyatakan mereka melanggar Financial Fair Play (FFP), dengan waktu tersisa hanya beberapa hari sebelum tenggat. Jika banding diajukan, proses hukum bisa berakhir pada Januari 2027 berkat aturan baru proses disipliner jalur cepat yang diterapkan Premier League. Namun, ketidakjelasan hukum terkait penerapan aturan baru pada kasus yang sudah berjalan sebelumnya masih menjadi hambatan utama.
Premier League telah mengesahkan regulasi baru yang memungkinkan sidang banding selesai dalam waktu maksimal 12 pekan setelah diajukan. Dengan pengajuan banding pada 2 Oktober, batas akhir sidang teoretis jatuh pada 25 Desember 2026, diikuti oleh 30 hari masa penilaian komisi, sehingga keputusan akhir bisa keluar pada awal Januari 2027. Sidang banding sendiri diperkirakan berlangsung tidak lebih dari lima hari. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah aturan baru ini berlaku untuk kasus yang dimulai sebelum regulasi itu berlaku? Premier League belum memberikan kepastian hukum atas hal ini.
Beberapa klub di Premier League mendorong penyelesaian kasus ini sebelum musim 2026/2027 berakhir, demi menjaga kredibilitas kompetisi. Meski demikian, Manchester City tetap berkomitmen menolak temuan komisi independen, dan manajemen klub, termasuk Ferran Soriano, memperkirakan proses hukum ini akan berlangsung panjang. Jika banding gagal, sanksi yang mungkin dijatuhkan—mulai dari denda, poin dikurangi, hingga larangan berkompetisi di Eropa—masih menjadi teka-teki, karena belum ada keputusan resmi mengenai bentuk hukuman.
Sementara itu, di lapangan, Manchester City terus menjalani musim 2026/2027 dengan Enzo Fernandez yang menjalani debutnya pada 5 September 2026 melawan Coventry City, sementara Phil Foden dan Erling Haaland tetap menjadi tulang punggung tim meski baru saja bermain imbang 1-1 melawan West Ham United pada 15 Maret 2026. Nasib klub di kancah domestik dan Eropa masih bergantung pada keputusan hukum yang akan datang, bukan pada hasil pertandingan.















