Sumbawanews.com,- Di tengah gemuruh spekulasi reshuffle kabinet, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengunjungi Istana Negara. Keduanya ditemani oleh ekonom senior Chatib Basri, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, dalam pertemuan tertutup yang berlangsung selama lebih dari satu jam.
Pertemuan ini terjadi hanya dua hari setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat koordinasi kabinet terbatas membahas strategi pemulihan ekonomi pasca-gejolak global. Sumber istana mengonfirmasi bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah evaluasi kebijakan fiskal dan strategi pembiayaan infrastruktur, terutama terkait penyaluran dana dari APBN 2025 yang sedang disusun.
Chatib Basri, yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dianggap sebagai salah satu tokoh kunci yang diminta masukannya oleh Presiden Prabowo dalam merancang kebijakan ekonomi yang lebih resilien. Ia dikenal memiliki pandangan kritis terhadap ketergantungan pada utang luar negeri dan mendorong penguatan sumber daya domestik.
Luhut, yang kembali memegang kendali koordinasi investasi, membawa laporan terbaru tentang peningkatan minat investor asing di sektor energi terbarukan dan manufaktur strategis. Data yang disampaikan menunjukkan peningkatan 23% dalam komitmen investasi sejak awal tahun, terutama dari konsorsium Eropa dan Jepang.
Meski tidak ada pernyataan resmi mengenai perubahan susunan kabinet, pertemuan ini memperkuat teks bahwa Presiden Prabowo sedang memperkuat tim ekonomi intinya menjelang peluncuran paket kebijakan besar di paruh kedua tahun ini. Para pengamat ekonomi menilai kehadiran Chatib Basri sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin mengambil langkah lebih hati-hati dalam pengelolaan fiskal, sekaligus memperkuat koordinasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan investasi.
Pertemuan ini juga menjadi bukti bahwa Presiden Prabowo masih mempertahankan pendekatan konsultatif dalam pengambilan keputusan, dengan melibatkan tokoh-tokoh berpengalaman di luar struktur kabinet formal.

















