Home Berita Internasional Biaya Perang AS Lawan Iran Capai Triliunan Dolar

Biaya Perang AS Lawan Iran Capai Triliunan Dolar

Sumbawanews.com,- Selama lebih dari empat dekade, Amerika Serikat telah menghabiskan lebih dari 2,3 triliun dolar AS—setara dengan Rp35.000 triliun—untuk operasi militer dan strategi keamanan yang bertujuan menangkal pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah. Angka ini diungkap oleh laporan terbaru dari Watson Institute for International and Public Affairs di Universitas Brown, yang menganalisis belanja pertahanan, bantuan militer, biaya veteran, dan dampak ekonomi akibat konflik yang melibatkan Iran sejak revolusi Islam 1979.

Dari total itu, sekitar 1,8 triliun dolar dialokasikan untuk perang di Irak dan Afghanistan—dua konflik yang secara langsung dipicu oleh kekhawatiran AS terhadap hubungan Tehran dengan kelompok bersenjata di kedua negara. Sisanya mencakup pengeluaran untuk patroli maritim di Teluk Persia, pelatihan pasukan sekutu, pengembangan sistem pertahanan rudal, serta biaya operasi rahasia dan sanksi ekonomi yang ditujukan untuk melemahkan ekonomi Iran.

Laporan tersebut menekankan bahwa meski AS tidak pernah menyatakan perang resmi terhadap Iran, kebijakan “tekanan maksimum” di bawah pemerintahan Donald Trump, serta serangkaian serangan drone dan pembunuhan target selektif—termasuk pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani pada Januari 2020—telah memperdalam keterlibatan militer tanpa deklarasi perang formal. Biaya akibat cedera fisik dan psikologis pada prajurit AS yang terlibat dalam operasi di kawasan itu juga menyumbang lebih dari 200 miliar dolar dalam bentuk tunjangan kesehatan dan pensiun jangka panjang.

Di sisi lain, Iran sendiri diketahui menghabiskan sekitar 100 miliar dolar selama periode yang sama untuk membangun jaringan milisi bersenjata di Lebanon, Yaman, Irak, dan Suriah, serta mengembangkan program rudal balistik dan nuklir. Namun, laporan itu menyoroti ketimpangan besar: setiap dolar yang dikeluarkan Teheran diimbangi oleh puluhan dolar dari Washington.

Para ahli kebijakan luar negeri menilai angka ini bukan sekadar statistik, tapi bukti bahwa strategi keamanan AS telah gagal mencapai tujuan jangka panjangnya. “Kita menghabiskan uang sebanyak itu untuk mengendalikan pengaruh Iran, tapi justru Iran semakin kuat secara geopolitik,” ujar Dr. Nada Bakri, profesor hubungan internasional di Universitas Georgetown. “Ini adalah contoh klasik bagaimana kekuatan militer tidak selalu berbanding lurus dengan keamanan nasional.”

Laporan itu juga memperingatkan bahwa tanpa perubahan strategis mendasar, beban keuangan dan manusia akibat konflik dengan Iran akan terus menumpuk—bahkan jika tidak ada perang terbuka. Sebagai perbandingan, biaya total perang Vietnam selama 20 tahun hanya sekitar 700 miliar dolar dalam nilai saat ini, jauh di bawah pengeluaran AS terhadap Iran dalam waktu yang lebih singkat.

Dengan Presiden Joe Biden yang kini memimpin AS, dan Iran yang sedang menghadapi tekanan internal akibat protes sosial dan hiperinflasi, banyak pengamat menilai momentum politik sedang matang untuk negosiasi baru. Tapi tanpa pengakuan bahwa biaya perang telah melampaui manfaatnya, langkah diplomatik apa pun kemungkinan besar akan tetap rapuh.

Previous articleAS dan Iran Lanjutkan Negosiasi Nuklir di Swiss
Next articleVape Ancam Generasi Muda, Seskab dan BNN Perkuat Sinergi Pencegahan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.