Home Berita Nasional Bank Terapung yang Jemput Warga Pulau

Bank Terapung yang Jemput Warga Pulau

Sumbawanews.com,- Kapal berkelir oranye dengan aksen putih dan biru itu bersandar di dermaga Pulau Tidung pukul 08.00 WIB. Matahari pagi menyinari dermaga, tapi yang lebih terang adalah senyum warga yang sudah lama menanti kedatangan BRI Bahtera Seva I—bank terapung yang sejak 2015 menjadi tulang punggung layanan keuangan bagi ribuan penduduk Kepulauan Seribu.

Detik.com menyaksikan langsung satu hari penuh operasi kapal ini pada Kamis, 4 Juni 2026. Sehari sebelumnya, Bahtera Seva I sudah berlayar ke Pulau Panggang dan Pulau Kelapa. Tujuannya sama: membawa perbankan ke tempat yang tak pernah dijangkau mesin ATM atau kantor cabang darat.

Air laut surut saat kapal tiba, membuat jarak antara dermaga dan lambung kapal terasa jauh. Tapi tak ada yang menunggu. Petugas BRI—teller, customer service, sekuriti, hingga Kateras Algi Meza—saling berbagi tugas: menarik tali jangkar agar kapal lebih dekat, mengulurkan tangan, membantu lansia turun, dan menyambut nasabah dengan senyum tulus. Di dalam kapal, suasana tak berbeda dengan bank daratan: ada mesin ATM 24 jam, meja transaksi, dan ruang konsultasi kredit.

Sejak pagi hingga istirahat siang, antrean nasabah tak pernah kosong. Ada yang menyetor uang tunai dalam genggaman kertas, ada yang menabung jutaan rupiah, dan banyak yang datang untuk mengecek cairan bantuan sosial PKH dan PIP. “Transaksinya kebanyakan setor-tarik tunai, tapi kalau ada bantuan, itu jadi momen spesial,” kata Algi, yang sudah delapan tahun mengabdi di kapal ini.

Bahkan saat istirahat, warga masih datang. Seorang remaja mendekat, mengira wartawan adalah awak kapal: “Bang, mau ngelihat ini (bantuan).” Ia baru sadar saat ditanya: “Pelayanan masih istirahat, Pak.” Tapi tak ada yang pergi. Setelah istirahat, antrean kembali memadati dek kapal—ibu-ibu dengan tas berisi dokumen, petani laut yang ingin mengajukan kredit, dan pensiunan yang ingin mengecek saldo rekening.

“Kami jemput bola. Mereka nggak perlu nyebang ke Jakarta, nggak perlu keluar biaya transport, nginap, makan. Cukup di dermaga, semua bisa selesai,” ujar Algi, sambil menunjuk ke arah mesin ATM yang terus berdenyut.

Nahkoda kapal, Andi Bagus Saputro, menambahkan, kehadiran Bahtera Seva I bukan sekadar layanan, tapi ikatan sosial. “Mereka sering WA dulu: ‘Pak, kapan berangkat?’ Kalau kapal baru kelihatan di cakrawala, mereka sudah berdiri di dermaga, bawa kertas, buku tabungan, bahkan anak-anak ikut menunggu.”

Heru, nasabah sejak 2017, punya harapan sederhana: “Saya ingin ada kantor BRI di Pulau Tidung.” Sementara Moh. Said, seorang nelayan, menghitung manfaatnya: “Kalau ambil uang 300 ribu ke Jakarta, ongkosnya bisa 500 ribu. Belum lagi waktu, tenaga, dan risiko. Di sini? Cuma lima menit, selesai.”

Selama hampir 11 tahun, Bahtera Seva I telah menempuh ratusan perjalanan, melayani puluhan ribu transaksi, dan menjadi bukti nyata bahwa kemajuan finansial tak harus berpusat di kota. Di tengah lautan yang luas, sebuah kapal kecil justru menjadi jembatan bagi keadilan ekonomi—membawa bank ke rumah, bukan memaksa rumah ke bank.

Previous articleGempa Ringan Guncang Cianjur, Pusat di Darat
Next articleVeda Ega Siap Bertarung dari Baris Ketiga di Moto3 Hungaria
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.