Home Berita Internasional AS Tetap Kuasai Selat Hormuz, Ancam Militer Jika Diplomasi Gagal

AS Tetap Kuasai Selat Hormuz, Ancam Militer Jika Diplomasi Gagal

Sumbawanews.com,- Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan bahwa blokade maritim di Selat Hormuz tetap berlaku, meski negosiasi nuklir dengan Iran masih berlangsung. Dalam pertemuan Shangri-La Dialogue di Singapura, Hegseth menyatakan bahwa Washington tidak akan melepaskan kendali atas jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global itu.

“Blokade itu masih berlaku,” tegas Hegseth, menanggapi klaim Teheran bahwa mereka telah mengambil alih pengaruh di selat tersebut. “Mereka ingin mengatakan mereka mengendalikannya. Tapi kami yang mengendalikannya—baik di permukaan maupun di balik layar.”

Hegseth, yang menjabat sebagai menteri pertahanan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, menekankan bahwa opsi militer tetap siap dikerahkan jika diplomasi gagal mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. “Kami fokus pada jalur diplomatik—tapi kami juga siap berperang jika diperlukan. Posisi kami hari ini jauh lebih kuat dibanding saat awal negosiasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembukaan penuh Selat Hormuz hanya akan terjadi jika Iran memenuhi tuntutan AS: menyerahkan semua program senjata nuklir dan menghentikan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan. “Selat itu akan kembali menjadi jalur terbuka—tapi hanya jika Teheran memilih jalan damai. Jika tidak, mereka akan berhadapan dengan Departemen Pertahanan. Dan kami siap.”

Pernyataan Hegseth muncul di tengah ketegangan yang memanas setelah Iran beberapa kali mengancam akan menutup selat sebagai respons terhadap sanksi ekonomi dan tekanan militer AS. Namun, menurut Hegseth, kekhawatiran negara-negara mitra—terutama di Asia dan Eropa—terhadap gangguan pasokan minyak mulai mereda setelah AS memberikan jaminan bahwa kehadiran armada lautnya di kawasan tetap stabil dan terkoordinasi.

“Setelah kami jelaskan strategi kami, banyak negara merasa lebih tenang. Karena mereka tahu: AS telah memperhitungkan skenario terburuk sejak awal,” katanya.

Pernyataan ini sekaligus menanggapi klaim sebelumnya dari pejabat Iran yang menyatakan bahwa AS tidak lagi memiliki kendali atas Selat Hormuz, terutama setelah serangkaian insiden kapal dan serangan terhadap tanker minyak di perairan tersebut. Hegseth menolak tegas narasi itu, menyebutnya sebagai upaya “mengaburkan fakta” demi memperkuat posisi politik Teheran di panggung internasional.

Dengan kapal induk USS Nimitz dan armada pendukungnya yang terus berpatroli di Teluk Persia, serta kerja sama erat dengan sekutu seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, AS menegaskan bahwa kontrol atas Selat Hormuz bukan sekadar simbol—melainkan realitas operasional yang dijamin oleh kekuatan militer dan diplomasi yang terintegrasi.

Hegseth menyimpulkan: “Kami tidak mencari konflik. Tapi kami tidak akan mengorbankan kepentingan nasional demi retorika. Jika Iran ingin selat itu terbuka, mereka tahu apa yang harus dilakukan. Jika tidak—kami sudah siap.”

Previous articleMercedes CLA350 EV: Performa Tinggi, Harga Terjangkau
Next articleRibuan Umat Buddha Rayakan Waisak di Wihara Ekayana Arama
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik