Home Berita Internasional AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Tapi Trump Belum Menyetujui

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Tapi Trump Belum Menyetujui

Sumbawanews.com,- Jakarta – Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan prinsip untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, sekaligus membuka jalan menuju perdamaian permanen di kawasan Teluk. Namun, kesepakatan itu masih menunggu persetujuan resmi dari Presiden Donald Trump, yang hingga kini belum memberi lampu hijau.

Draf kesepakatan yang disusun oleh tim negosiator kedua belah pihak mencakup pencabutan blokade terhadap pelabuhan Iran, penghentian sanksi atas penjualan minyak mentah negara itu, serta pembukaan kembali lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk memulai pembicaraan mendalam mengenai program nuklir Iran—sebuah isu krusial yang menjadi akar konflik sejak perang meletus pada 28 Februari lalu.

Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Teheran. Sumber di Iran, seperti dilansir kantor berita Tasnim, menyatakan bahwa teks perjanjian masih dalam tahap penyempurnaan dan belum final. Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengakui bahwa proses ini berada di ambang keberhasilan, tetapi belum pasti. “Kita belum sampai di sana, tetapi kita sudah sangat dekat. Kami akan terus berupaya,” ujarnya kepada Reuters, menambahkan bahwa ia “cukup optimis” meski tidak bisa menjamin hasil akhirnya.

Trump, yang sejak pertengahan Maret kerap menyatakan bahwa akhir perang sudah di depan mata, tetap menahan diri. Ia dikenal tak segan membatalkan kesepakatan yang dianggapnya tidak menguntungkan AS, terutama jika dinilai terlalu memberi konsesi kepada Iran. Pihak Teheran sendiri menuntut pencabutan total sanksi, pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri, serta penarikan pasukan AS dari wilayah Timur Tengah. Iran juga menekankan bahwa setiap kesepakatan damai harus mencakup penghentian serangan Israel di Lebanon—sebuah syarat yang belum diakomodasi dalam draf AS.

Kedua belah pihak masih saling bersikeras. AS menilai Iran terlalu banyak menuntut, sementara Iran menilai AS belum menunjukkan niat serius untuk mengakhiri tekanan ekonomi. Di tengah ketidakpastian ini, kapal-kapal komersial masih terjebak di Selat Hormuz, dan ketegangan di laut tetap tinggi, meski serangan langsung telah berhenti.

Jika kesepakatan ini akhirnya disetujui, ini akan menjadi momen paling signifikan dalam hubungan AS-Iran dalam lebih dari satu dekade. Tapi hingga saat ini, semua masih bergantung pada satu nama: Donald Trump.

Previous articlePrabowo Hadiri Jamuan Kenegaraan Macron di Istana Élysée
Next articlePresiden Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan di Jamuan Istana Elysee
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik