Sumbawanews.com,- Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap target di Iran pada Minggu, 19 Juli 2026, sebagai respons atas serangan drone dan rudal yang menewaskan dua personel AS di Yordania pada Jumat lalu. Serangan yang dipicu oleh kematian tentara tersebut juga bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengganggu lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz, jalur strategis yang memasok sekitar 20 persen pasokan minyak global. Serangan AS dilaporkan menghantam wilayah dekat Sirik, Provinsi Hormozgan, sekitar pukul 01.30 waktu setempat, menurut laporan agensi pemerintah Iran, IRNA. Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan itu sebagai upaya “segera menghukum” Garda Revolusi Iran, sambil menegaskan bahwa satu tentara AS masih dinyatakan hilang dan empat lainnya dirawat di rumah sakit akibat serangan di Yordania. Sejak konflik memanas, total 16 tentara AS telah tewas dan lebih dari 430 lainnya terluka. Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya memperingatkan bahwa serangan berulang dari Washington akan mendapatkan “pelajaran yang tak terlupakan”.















