Sumbawanews.com,- Dalam upaya memperkuat diplomasi kemanusiaan global, Indonesia telah menyalurkan lebih dari 2.630 ton bantuan ke Gaza sejak Oktober 2023 hingga Juni 2026. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar seperti pangan, perlengkapan medis, dan fasilitas sanitasi, dengan sebagian besar didistribusikan melalui mitra internasional seperti Anera, UNRWA, ILO, dan WFP. Operasi airdrop oleh TNI Angkatan Udara menggunakan pesawat C-130 Hercules berhasil menyalurkan 91,4 ton bantuan langsung ke wilayah terdampak. Selain itu, Tim Medis Darurat Satgas Patriot Husada dari Mabes TNI telah dikerahkan secara berkala sejak September 2024, termasuk gelombang kelima pada April 2026 yang membawa 25 tenaga medis profesional untuk melayani korban di kapal rumah sakit terapung milik Uni Emirat Arab.
Dukungan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat sipil melalui lembaga seperti BAZNAS, PMI, Dompet Dhuafa, dan Kitabisa. Di sektor pengembangan jangka panjang, Indonesia menjalankan program beasiswa dan pelatihan keterampilan bagi warga Palestina, termasuk spesialisasi bedah plastik, pendidikan dokter co-assistant melalui program SHEMIND, hingga pelatihan budidaya alpukat untuk mendorong kemandirian ekonomi. Kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan Tanah Air seperti Forum Zakat dan WeCare.id juga sedang diformalkan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan. Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menegaskan bahwa upaya ini mencerminkan komitmen tulus Indonesia untuk menghadirkan harapan bagi rakyat Gaza, bukan sekadar pernyataan politik, melainkan aksi nyata yang berkelanjutan dan kolaboratif.















