Sumbawanews.com,- Timnas Argentina bersiap menghadapi ujian berat melawan Austria dalam laga kedua Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Arlington, Selasa dini hari pukul 00.00 WIB. Kemenangan atas tim Eropa itu bukan sekadar langkah menuju babak gugur—tapi pintu menuju sejarah bagi Lionel Messi, yang berpeluang menggeser rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.
Setelah membungkam Aljazair 3-0 di laga pembuka, La Albiceleste tampil percaya diri dengan formasi yang semakin solid. Messi, yang mencatatkan hattrick dalam kemenangan itu, kini berada di ambang 17 gol di ajang empat tahunan—hanya satu gol lagi dari rekor tertinggi yang telah bertahan selama lebih dari satu dekade. Di sisi lain, Austria, yang terakhir kali menang di fase grup Piala Dunia pada 2002, datang dengan misi memperpanjang kejutan mereka di turnamen ini.
Tak hanya fokus pada pertandingan, tensi politik di balik lapangan juga memanas. Pelatih Spanyol Luis de la Fuente sempat menyatakan bahwa timnya memiliki lini tengah terbaik di dunia, menyebut nama-nama seperti Rodri, Pedri, dan Dani Olmo sebagai bukti keunggulan. Namun, Enzo Fernández, gelandang andalan Argentina, memilih merespons dengan ketenangan. “Itu hanya opini,” ujarnya. “Yang menentukan siapa yang terbaik adalah lapangan, bukan kata-kata.”
Pertandingan ini juga menjadi momen penting bagi Argentina untuk mempertahankan rekor tujuh kemenangan beruntun di Piala Dunia sejak edisi Qatar 2022. Jika menang, mereka akan menjadi tim pertama dalam sejarah modern yang mencatatkan delapan kemenangan berturut-turut di turnamen tersebut.
Di sisi lain, Austria, yang tampil mengejutkan dengan imbang 1-1 melawan Polandia di laga pembuka, berharap bisa memanfaatkan kekompakan tim dan kecepatan sayap mereka untuk mengganggu ritme permainan Argentina. Taktik bertahan yang disiplin dan serangan balik cepat menjadi kunci utama mereka, terutama dengan andalan penyerang Dominik Szoboszlai yang kembali fit setelah cedera.
Penonton di seluruh dunia, termasuk jutaan fans di Indonesia, menanti momen Messi yang mungkin menjadi yang terakhir di pentas Piala Dunia. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar pertandingan—tapi penutupan babak epik seorang legenda yang telah mengubah cara dunia memandang sepak bola.
Laga ini akan disiarkan langsung oleh berbagai platform resmi FIFA, termasuk RCTI+ dan Vision+ di Indonesia, serta melalui situs resmi FIFA.com. Bagi yang ingin menyaksikan secara gratis, siaran live juga tersedia melalui aplikasi resmi FIFA dan saluran YouTube resmi Piala Dunia.
Dengan segala beban sejarah, harapan, dan mimpi yang tergantung di pundak Messi dan rekan-rekannya, Argentina dan Austria siap memulai pertarungan yang tak hanya menentukan nasib di grup—tapi juga menulis ulang catatan abadi sepak bola dunia.















