Sumbawanews.com,- Setelah berbulan-bulan diperkirakan akan menjadi perusahaan AI pertama yang go public, Anthropic resmi mengajukan dokumen pendaftaran awal kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Langkah ini menandai babak baru dalam persaingan sengit antara Anthropic dan OpenAI, dua raksasa kecerdasan buatan yang sedang berlomba memimpin era baru teknologi AI global.
Dengan valuasi pasca-pembiayaan terbaru sebesar 965 miliar dolar AS, Anthropic kini menjadi startup paling bernilai di dunia, mengungguli OpenAI yang berada di posisi kedua dengan valuasi 852 miliar dolar. Angka ini bukan sekadar angka statistik—ia mencerminkan kepercayaan pasar yang luar biasa terhadap model bahasa Claude dan infrastruktur komputasi canggih yang dikembangkan perusahaan berbasis San Francisco itu.
Dalam pengajuan draft S-1 yang diajukan secara rahasia, Anthropic memilih untuk menunda pengungkapan rincian finansial krusial seperti kompensasi eksekutif, risiko bisnis, dan struktur kepemilikan hingga tahap selanjutnya dalam proses IPO. Strategi ini umum dilakukan oleh perusahaan teknologi besar yang ingin menghindari kebocoran informasi sensitif sebelum waktu yang tepat.
Kedatangan Anthropic di pasar modal datang tepat sebelum peluncuran IPO SpaceX yang dijadwalkan pada 12 Juni mendatang. Dengan rencana mengumpulkan dana hingga 80 miliar dolar—yang jika terwujud akan menjadi IPO terbesar dalam sejarah—SpaceX menjadi pemain lain yang turut mengubah peta ekosistem AI. Hubungan erat antara SpaceX dan Anthropic pun menjadi sorotan: perusahaan Elon Musk itu baru-baru ini menandatangani kesepakatan senilai 15 miliar dolar per tahun untuk menyediakan pusat data bagi operasional Anthropic.
Sementara itu, OpenAI baru saja meraih kemenangan hukum signifikan dalam perseteruan dengan Elon Musk, ketika seorang hakim membatalkan seluruh tuntutan karena melewati batas waktu hukum. Kemenangan ini memperkuat posisi OpenAI secara strategis, meskipun kini mereka harus menghadapi tekanan baru dari Anthropic yang siap masuk ke bursa saham.
Pergerakan Anthropic bukan hanya soal uang. Ini adalah sinyal kuat bahwa industri AI telah melampaui fase eksperimen dan memasuki era komersialisasi massal. Investor institusional, perusahaan teknologi raksasa, bahkan pemerintah kini menatap perusahaan AI bukan lagi sebagai startup promosi, tetapi sebagai entitas ekonomi strategis yang bisa mengubah lanskap industri global.
Dengan IPO yang akan datang, Anthropic tidak hanya berusaha mengumpulkan modal—ia berusaha membentuk ulang definisi nilai dalam ekonomi digital. Dan dalam balapan ini, setiap langkah, setiap dokumen, setiap angka, adalah poin penting dalam sejarah teknologi abad ke-21.















