Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran dan 165 personel dikerahkan secara masif untuk memadamkan kebakaran hebat yang melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebakaran yang dipicu pada pukul 20.55 WIB Senin (1/6/2026) sempat mengancam ratusan rumah di sekitarnya, hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.30 WIB.
Operasi pemadaman berlangsung intensif di tengah gelapnya malam, dengan petugas berjibaku menghadapi kobaran api yang menjalar cepat melalui atap dan dinding kayu. Tim dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta tidak hanya fokus mematikan api, tetapi juga melakukan lokalisasi untuk mencegah perembetan ke bangunan tetangga. Hingga dini hari, proses pendinginan dan pemantauan masih berlangsung.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengonfirmasi bahwa api sudah berhasil dikendalikan, meski penyebab pasti kebakaran belum diketahui. “Belum ada laporan korban jiwa, tapi kami sedang mendata jumlah rumah yang terdampak,” ujarnya, Senin (2/6/2026).
Pemkot Jakpus langsung membuka posko pengungsian sementara di Lapangan Yusuf Hamka, belakang Apartemen Palazo, untuk menampung warga yang terpaksa meninggalkan rumah. Belum ada data resmi mengenai jumlah warga yang terdampak, namun sejumlah keluarga terlihat berkumpul di sekitar lokasi, menunggu informasi lebih lanjut.
Untuk mendukung operasi, petugas kepolisian menutup sebagian ruas jalan Kemayoran Gempol, mengalihkan arus lalu lintas demi memastikan akses bagi mobil damkar tetap lancar. Sementara itu, tim investigasi dari Satreskrim Polres Jakpus mulai menyisir sisa-sisa kebakaran untuk mencari petunjuk awal penyebab kejadian.
Kebakaran ini menjadi salah satu insiden terbesar yang ditangani Damkar DKI dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada pukul 21.05 WIB, hanya 26 unit mobil yang dikerahkan, namun seiring membesarnya api, pengerahan diperluas hingga mencapai 35 unit dan 165 personel—jumlah yang luar biasa untuk satu kejadian rumah tinggal.
Pemkot Jakpus juga tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan bantuan logistik, pakaian, dan kebutuhan dasar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. “Kami tidak hanya fokus pada pemadaman, tapi juga pada pemulihan kemanusiaan,” tegas Arifin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai identitas pemilik rumah atau kondisi kesehatan penghuni. Petugas masih terus memastikan tidak ada orang yang tertinggal di dalam reruntuhan. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan bersama tim ahli dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI.















