Sumbawanews.com,- Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengumumkan bahwa anggaran yang telah dialokasikan untuk mendukung keberangkatan kontingen Indonesia di Asian Games 2026 telah ditingkatkan menjadi Rp61 miliar. Pernyataan itu disampaikan Erick dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (2/6/2026), sebagai bagian dari upaya intensif menyisir dan mengalihkan sumber daya fiskal demi menjamin kesiapan atlet nasional.
Awalnya, ketika Erick menjabat pada September 2025, dana yang tersedia untuk persiapan Asian Games hanya sekitar Rp3 miliar—jumlah yang dinilai jauh dari memadai untuk menopang pelatihan nasional, akomodasi, logistik, hingga operasional tim selama ajang berlangsung di Jepang, Oktober–November mendatang. Dengan tekanan anggaran nasional yang ketat, Erick memerintahkan seluruh jajaran Kemenpora melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengeluaran, mengurangi atau menunda program yang dianggap tidak mendesak, dan mengalihkan dana ke prioritas utama: pembinaan atlet berprestasi.
Hasilnya, setelah berbulan-bulan penyisiran dan efisiensi, anggaran untuk Asian Games 2026 berhasil dinaikkan hingga 20 kali lipat. Erick menegaskan, pencapaian ini bukan hasil keajaiban, melainkan kerja keras tim yang berkomitmen memprioritaskan olahraga prestasi di tengah keterbatasan. “Kami tidak mengorbankan program lain secara sembarangan, tapi memilih menyisihkan yang sekunder demi yang strategis,” ujarnya.
Namun, Erick mengakui bahwa tantangan masih besar. Meski anggaran kontingen telah mencapai Rp61 miliar, kebutuhan total untuk pelatihan nasional (pelatnas) di berbagai cabang olahraga diperkirakan mencapai Rp81 miliar—masih jauh dari cukup. Penurunan anggaran ini, menurutnya, tak lepas dari kebijakan nasional efisiensi belanja pemerintah yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dari total anggaran Kemenpora senilai Rp1,15 triliun, kementeriannya harus menekan pengeluaran hingga Rp270 miliar sebagai bagian dari penyesuaian fiskal nasional.
Meski demikian, Erick menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap mendukung atlet Indonesia bersaing di level tertinggi Asia. Ia menekankan bahwa efisiensi bukan berarti mengurangi semangat. “Kita tidak punya banyak uang, tapi kita punya tekad besar. Asian Games bukan sekadar ajang, tapi bukti bahwa Indonesia masih bisa berdiri tegak di kancah olahraga dunia—meski dengan sumber daya terbatas.”
Dengan waktu yang semakin sempit, seluruh federasi olahraga kini berlari mengejar kesiapan teknis, fisik, dan psikologis atlet. Sementara itu, tim esports Indonesia, seperti Identity V, telah resmi lolos ke babak utama, dan atlet-atlet unggulan seperti Jonatan Christie, Alwi Farhan, serta para peraih medali di ajang pra-event seperti Indonesia Open 2026, menjadi harapan utama meraih emas bagi Merah-Putih.















