Sumbawanews.com,- AMD mengumumkan komitmen jangka panjang untuk soket AM5, yang akan tetap didukung hingga 2029, memungkinkan pengguna desktop untuk meng-upgrade prosesor tanpa perlu mengganti motherboard hingga akhir dekade. Dalam ajang Computex 2026 di Taiwan, perusahaan ini tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga menghidupkan kembali chip-chip lama yang masih sangat kompetitif—sebuah strategi cerdas di tengah lonjakan harga komponen PC.
Pertama, AMD meluncurkan edisi “10th Anniversary” dari Ryzen 7 5800X3D, prosesor berbasis arsitektur Zen 3 yang awalnya dirilis pada 2021. Dengan harga $349, chip ini akan tersedia mulai 25 Juni, menjadi opsi ekonomis bagi pemilik motherboard AM4 yang ingin menikmati performa gaming tinggi tanpa investasi besar. Ini sekaligus menjadi penghormatan atas kesuksesan platform AM4 yang telah bertahan selama satu dekade.
Bagi pengguna yang baru beralih ke AM5, AMD juga memperkenalkan Ryzen 7 7700X3D—versi “binning” dari 7800X3D yang dirilis pada 2023. Dengan harga $330, prosesor ini menawarkan performa hampir setara dengan generasi terbarunya, namun dengan konsumsi daya jauh lebih efisien. Dalam pengujian terbaru, 7700X3D mampu bersaing ketat dengan Ryzen 9 9800X3D dalam game, sementara harga jualnya jauh lebih terjangkau dibandingkan varian flagship yang bisa mencapai $450.
Di sisi GPU, AMD membawa Radeon RX 9070 GRE ke pasar global, termasuk Amerika Serikat, mulai 1 Juni dengan harga $549. Meski bukan versi penuh dari RX 9070 yang dijanjikan, chip ini tetap menarik karena menawarkan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar yang sempat menyentuh $620 saat kekurangan pasokan GPU terjadi tahun lalu. Meski performanya masih di bawah RTX 5070, kehadiran RX 9070 GRE memberi alternatif yang lebih terjangkau bagi gamer yang ingin beralih dari NVIDIA.
Strategi AMD ini bukan sekadar upaya menjual produk lama, melainkan respons cerdas terhadap realitas pasar: harga komponen PC terus melambung, dan konsumen semakin enggan mengganti seluruh sistem hanya karena generasi baru. Dengan menjanjikan kompatibilitas hingga 2029 dan menghidupkan kembali chip-chip yang masih tangguh, AMD menawarkan solusi yang hemat, berkelanjutan, dan justru lebih bijak daripada siklus upgrade yang terus-menerus.
Di tengah tren industri yang mendorong konsumen untuk selalu membeli yang terbaru, AMD justru mengajak pengguna untuk tetap tenang—karena teknologi lama, jika dirancang dengan baik, bisa tetap menjadi pilihan terbaik.















