Home Berita Internasional 9 Migran Tewas dalam Gelombang Masuk ke Ceuta

9 Migran Tewas dalam Gelombang Masuk ke Ceuta

Sumbawanews.com,- Sembilan orang tewas saat ribuan migran berusaha masuk ke Ceuta, wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, pada Kamis (30/7/2026). Kematian terjadi dalam gelombang migrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan sekitar 1.500 hingga 2.000 orang berhasil menerobos perbatasan dalam sepuluh hari terakhir. Sejumlah jenazah ditemukan mengapung di laut, meski penyebab pasti kematian belum diungkap otoritas. Pemerintah Ceuta menyatakan darurat kemanusiaan dan meminta bantuan militer dari Madrid, tetapi pemerintah pusat menolak menetapkan keadaan darurat nasional karena dianggap tidak sesuai konstitusi.

Meski demikian, Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengirimkan 60 personel militer dan pasukan kepolisian khusus untuk memperkuat pengamanan perbatasan. Migran, sebagian besar dari Maroko dan negara-negara Afrika sub-Sahara, menyeberang dengan pelampung sederhana atau memanjat pagar perbatasan, sambil meneriakkan “Viva Espana!” saat memasuki wilayah Ceuta. Aktivis Zakaria Zarroqui membandingkan situasi ini dengan lonjakan besar pada Mei 2021, ketika sekitar 10.000 orang masuk dalam beberapa hari. Ia menegaskan, arus migrasi masih terus mengalir dari Kota Fnideq di Maroko.

Lonjakan ini dipicu oleh putusan Mahkamah Agung Spanyol yang melarang pengembalian paksa migran yang ditangkap di laut ke Maroko. Pemerintah Spanyol menuding jaringan penyelundup manusia memanfaatkan keputusan itu untuk mendorong lebih banyak orang menyeberang tanpa dokumen. Ceuta dan Melilla tetap menjadi satu-satunya titik perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika, yang terus menjadi magnet bagi para pencari kehidupan baru di Eropa.

Previous articleTimnas Indonesia Dihargai, Tapi Vietnam Justru Soroti Thailand sebagai Ancaman Utama
Next articleRagnar Oratmangoen Ikut Latihan Timnas Indonesia Jelang Lawan Timor Leste