Sumbawanews.com,- Sebanyak 24 atlet tuna rungu Indonesia menggalang dana untuk berangkat ke Penang, Malaysia, mengikuti Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 yang rencananya berlangsung pada 2–10 Oktober 2026. Namun, Perkumpulan Atlet Tuna Rungu Indonesia (PATRIN) menyatakan tidak mengetahui aksi penggalangan dana tersebut dan mempertanyakan status resmi ajang tersebut. Ketua Umum PATRIN, Dimyati Hakim, menegaskan bahwa organisasinya hanya akan mendukung atlet yang memiliki afiliasi resmi dengan federasi internasional yang mengelola cabang olahraga masing-masing. Di sisi lain, Plt. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Budi Ariyanto Muslim, menyebut kejuaraan di Malaysia tidak memiliki sanksi bagi negara yang tidak berpartisipasi, sehingga dianggap lebih mirip festival daripada kompetisi resmi yang diakui federasi internasional. Kondisi ini memicu perdebatan publik: apakah upaya para atlet itu bentuk dedikasi atau justru risiko karena mengikuti ajang yang tidak diakui secara resmi.















