Lombok Timur, Sumbawanews.com – Sebuah surat pemberitahuan aksi yang mengatasnamakan Gerakan Advokasi Strategis Analisis Kebijakan (GASAK) Nusa Tenggara Barat beredar di tengah masyarakat. Dalam surat tersebut, organisasi itu menyampaikan rencana aksi penutupan sejumlah pelabuhan di wilayah Kayangan, Lombok Timur, pada Selasa, 2 Juni 2026.
Berdasarkan isi surat bernomor 001/GASAK/I-XV/2026 tertanggal 31 Mei 2026, aksi tersebut disebut sebagai bentuk respons terhadap rencana aksi penutupan Pelabuhan Poto Tano oleh Aliansi Pemekaran Pulau Sumbawa (PPS) yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal yang sama.
Dalam surat yang ditujukan kepada Kapolres Lombok Timur melalui Kasat Intelkam itu, GASAK NTB menyatakan akan melakukan aksi di sejumlah titik strategis, yakni Pelabuhan Penyeberangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), Pelabuhan Penyeberangan Kayangan, serta Pelabuhan Logistik Kayangan.
Rute aksi disebutkan dimulai dari Simpang Tiga Laboratorium Lombok menuju kawasan pelabuhan logistik, pelabuhan AMMAN, hingga Pelabuhan Kayangan. Aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai dengan estimasi peserta mencapai sekitar 150 orang.
Dalam surat tersebut, pihak GASAK NTB meminta perhatian dan kerja sama aparat keamanan guna mengawal jalannya kegiatan yang telah mereka beritahukan secara resmi kepada pihak kepolisian.
Rencana aksi ini berpotensi menjadi perhatian publik mengingat Pelabuhan Kayangan merupakan salah satu jalur transportasi vital yang menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Jika aksi penutupan benar-benar dilakukan, dikhawatirkan dapat berdampak pada mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi di kedua wilayah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun otoritas pelabuhan terkait langkah antisipasi yang akan dilakukan menyikapi rencana aksi tersebut. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi dari sumber resmi guna menghindari kesalahpahaman dan gangguan perjalanan.
Redaksi akan terus mengikuti perkembangan situasi terkait rencana aksi tersebut.















