Jakarta sumbawanews.com – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) diproyeksikan memasuki fase pertumbuhan baru pada 2026. Prospek positif tersebut disampaikan analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey, dalam riset terbarunya yang mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga saham sebesar Rp6.000 per lembar.
Menurut Andhika, kinerja AMMN diperkirakan mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya produksi dari Fase 8 Tambang Batu Hijau dan mulai optimalnya kontribusi fasilitas hilirisasi yang telah dibangun perusahaan.
Dalam riset tersebut, pendapatan AMMN pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar US$4 miliar, atau meningkat sekitar 117 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA diperkirakan menembus US$2 miliar, tumbuh sekitar 97 persen secara tahunan.
Peningkatan tersebut didukung oleh proyeksi kenaikan produksi yang diperkirakan mencapai sekitar 130 persen, seiring berjalannya pengembangan tambang dan meningkatnya volume penjualan.
Selain faktor produksi, BRI Danareksa Sekuritas juga melihat transformasi bisnis AMMN sebagai salah satu katalis utama. Perusahaan dinilai tidak lagi hanya mengandalkan penjualan konsentrat tembaga, tetapi mulai menghasilkan produk bernilai tambah melalui operasional smelter dan Precious Metal Refinery (PMR).
Transformasi tersebut diyakini akan meningkatkan efisiensi, memperkuat margin keuntungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah. Dengan demikian, struktur pendapatan perusahaan diperkirakan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Target harga Rp6.000 per saham didasarkan pada metode valuasi Sum of The Parts (SOTP) yang memasukkan nilai aset utama AMMN, termasuk Tambang Batu Hijau, smelter, Precious Metal Refinery (PMR), serta potensi pengembangan Proyek Elang di masa mendatang.
Prospek positif tersebut juga didukung oleh permintaan global terhadap tembaga yang diperkirakan terus meningkat, seiring berkembangnya industri kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, harga emas yang relatif kuat turut menjadi sentimen positif bagi perusahaan.
Dengan kombinasi peningkatan produksi, hilirisasi, dan prospek pasar komoditas yang masih menjanjikan, AMMN dinilai memiliki peluang mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2026. Rekomendasi Buy dari BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan keyakinan bahwa saham AMMN masih memiliki potensi apresiasi yang menarik bagi investor dalam jangka menengah hingga panjang.















