Sumbawanews.com,- Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan kepanikan di RSUD Ruteng, di mana sejumlah pasien terpaksa ditangani di luar gedung karena fasilitas rumah sakit rusak. Seorang pasien terbaring di atas alas yang diletakkan di jalan, sementara tenaga medis bergerak cepat melakukan pemeriksaan di tengah kerumunan warga dan kekhawatiran gempa susulan. Beberapa pasien lain dievakuasi menggunakan kendaraan bak terbuka, dengan warga turut membantu proses pemindahan. Kondisi ini terjadi setelah gempa berpusat di Nagekeo dengan kedalaman 10 kilometer, yang juga mengguncang wilayah Manggarai dan Sikka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat menjauhi pantai meski peringatan tsunami telah dicabut pada pukul 07.30 WIB, dan menghindari gedung-gedung yang mengalami keretakan akibat risiko gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas laut dan gempa bumi susulan. Di Kabupaten Sikka, tiga korban ditemukan: satu meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka, menurut Kantor SAR Maumere. Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan telah berkoordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan kesiapsiagaan di masa awal bencana.















