Malang sumbawanews.com – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di Kota Malang kembali menggelar kegiatan Keman Mahasiswa Uman Daerah pekan ke-4. Pada kegiatan kali ini, mahasiswa mengangkat tema “Kartu KSB Maju: Hanya Bansos Ganti Nama? Mengapa Penyaluran Hak Dasar Terkesan Terlalu Dilebih-Lebihkan?” sebagai ruang diskusi dan kajian kritis terhadap kebijakan publik yang diterapkan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Ketua IKPM KSB-Malang, Ramadhan Hidayat, yang juga merupakan mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2022, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memahami ilmu pengetahuan di bangku kuliah, tetapi juga aktif mengawal berbagai kebijakan yang berkaitan dengan masyarakat dan daerah asalnya.
Menurutnya, program bantuan sosial dan pemenuhan hak dasar masyarakat pada prinsipnya merupakan kewajiban negara yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. Karena itu, masyarakat perlu melihat secara objektif apakah Program Kartu KSB Maju benar-benar menghadirkan inovasi pelayanan publik atau hanya merupakan pengemasan ulang dari layanan yang sebelumnya sudah tersedia.
“Program Kartu KSB Maju masih tergolong baru dan baru berjalan sekitar satu tahun. Efektivitasnya tentu belum bisa dinilai secara menyeluruh. Namun, tidak ada salahnya masyarakat mulai mengkaji dan menilai substansi program tersebut secara kritis,” ujar Ramadhan dalam keterangan yang disampaikan menjelang pelaksanaan diskusi.
Ia menilai, ruang diskusi publik yang sehat penting untuk membahas berbagai pertanyaan mendasar terkait program tersebut. Mulai dari sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat, apakah terdapat terobosan baru dalam pelayanan publik, hingga bagaimana strategi komunikasi pemerintah dalam mempromosikan program tersebut kepada masyarakat.
Kegiatan diskusi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, bertempat di Asrama Putra KSB-Malang, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai. Forum ini terbuka sebagai wadah bertukar gagasan dan memperkuat budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa asal Kabupaten Sumbawa Barat yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang.
Ramadhan menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan mendorong lahirnya budaya evaluasi terhadap kebijakan publik agar program-program pemerintah dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Melalui diskusi ini kami berharap lahir budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa dan generasi muda Kabupaten Sumbawa Barat. Masyarakat yang maju bukanlah masyarakat yang menerima setiap kebijakan tanpa pertanyaan, melainkan masyarakat yang mampu mengawasi, mengevaluasi, serta memberikan masukan demi terciptanya kebijakan publik yang lebih baik,” katanya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KSB di perantauan untuk tetap berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui gagasan, kritik yang konstruktif, serta penguatan literasi kebijakan publik.
Sebagaimana kutipan yang diangkat dalam kegiatan tersebut, filsuf Yunani kuno Plato pernah mengatakan, “Sikap acuh tak acuh terhadap urusan publik akan membuat masyarakat kehilangan kendali atas siapa yang memimpin mereka.” Kutipan tersebut menjadi pengingat pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

















