Home Berita FP3S Akan Gelar Diskusi dan Aksi ke Kemendagri, Seluruh Elemen Diajak Bergabung

FP3S Akan Gelar Diskusi dan Aksi ke Kemendagri, Seluruh Elemen Diajak Bergabung

Jakarta, sumbawanews.com – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Juang dan Pendidikan Indonesia (DPP GJPI), Kerukunan Keluarga Sumbawa (KKS), Ikatan Keluarga Sumbawa (IKASUM), Samawa Betompok, Bale Intan Bulaeng, dan KP4S membentuk Front Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (FP3S) dalam rangka menanggapi isu pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) yang sedang marak bergema di Pulau Sumbawa. Pada tanggal 14 Juli 2025 FP3S berencana akan menyelenggarakan Diskusi Publik yang berlangsung di sekretariat ProDem kemudian Long March aksi demonstrasi di Kemendagri.

Baca Juga: Tuntut Pemekaran PPS, DPP GJP dan GMNI Jayabaya Kembali Aksi di Kemendagri

Dalam agenda tersebut FP3S akan menyoroti isu-isu penting dalam urgensi Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa dengan semboyan “Bukan Basa Basi, Provinsi Pulau Sumbawa Harus Jadi!!!.” Sebagai pemantik diskusi, FP3S akan mengundang tokoh-tokoh publik dan ahli dibidangnya untuk mendiskusikan pemekaran PPS secara komperhensif dan mendalam. Menurut Ridha Furqon Wahyu Ramdhani selaku Koordinator Umum FP3S, agenda ini menjadi penyadaran akan pentingnya pemekaran dan tonggak pergerakan PPS di kota Jakarta.

“Melalui Diskusi Publik ini kami berupaya untuk membuka kesadaran publik akan pentingnya Pulau Sumbawa menjadi Provinsi sendiri, hal demikian itu secara pasti akan memasifkan perjuangan pemekaran di daerah maupun di pusat. Dengan diskusi publik ini kami tidak hanya berkutat pada ruang pemikiran saja, Namun kami juga akan Langsung turun aksi Long March ke Kemendagri di hari yang sama,” Ujar Ridha

Usai melakukan diskusi publik FP3S akan Langsung mengadakan long march ke kemendagri untuk melakukan unjuk rasa dalam memperjuangkan pemekaran PPS. Dalam agenda tersebut Ridha menyerukan kepada segenap elemen pulau sumbawa untuk ikut serta terlibat didalamnya demi menyatukan suara akan pemekaran PPS.

“Kami semua harap kepada seluruh organ pulau sumbawa, aktivis mahasiswa, dan elemen-elemen lain untuk ikut terlibat dalam agenda yang akan kami buat, dengan adanya agenda ini kami harap simpul pergerakan akan pemekaran menjadi satu dalam menyerukan pemekaran PPS,” ucap dia.

Dikatakan, Isu mengenai pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa sudah digaungkan selama bertahun-tahun lamanya, hingga saat ini. PPS kembali marak disuarakan usai aksi demonstrasi pada 15 Mei lalu di Plabuhan Poto Tano dilakukan oleh Masyarakat Pulau Sumbawa. (Using)

Previous articleTak Ada Toleransi Terhadap Pelanggaran, Kodim 1710/Mimika Gelar Sidang Disiplin Militer
Next articleHakim Said: Banyuwangi Butuh Pembangunan yang Adil dan Transparan
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik