Home Berita Bahas MQ-9 Reaper : Austin Klaim Wilayah Internasional, Sergei Shoigu Sebut Pembatasan...

Bahas MQ-9 Reaper : Austin Klaim Wilayah Internasional, Sergei Shoigu Sebut Pembatasan Penerbangan

Washington, DC., Sekretaris Pers Pentagon Brigjen Angkatan Udara, Jenderal Pat Ryder, Rabu (15/03) menyebutkan, dalam pembicaraan telepon Menteri Pertahanan AS Lloyd J. Austin III dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu menekankan perilaku tidak profesional, berbahaya, dan sembrono baru-baru ini oleh angkatan udara Rusia di wilayah udara internasional di atas Laut Hitam.

Selain itu, Austin juga menekankan, Amerika Serikat akan terus terbang dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan.

Sementara Dalam pertukaran pandangan tentang sebab dan akibat dari insiden 14 Maret yang melibatkan kecelakaan UAV A.S. di Laut Hitam itu, Menteri Pertahanan Federasi Rusia, Sergei Shoigu menekankan insiden tersebut disebabkan oleh tindakan AS yang tidak mematuhi zona pembatasan penerbangan yang dinyatakan oleh Federasi Rusia, yang ditetapkan sehubungan dengan operasi militer khusus. Serta peningkatan kegiatan pengintaian terhadap kepentingan Federasi Rusia.

Diungkapkan, tercatat bahwa penerbangan kendaraan udara tak berawak strategis AS di lepas pantai Krimea bersifat provokatif. Yang menciptakan prasyarat untuk eskalasi situasi di wilayah Laut Hitam.

Dijelaskan, Federasi Rusia tidak tertarik dengan perkembangan tersebut, tetapi akan terus menanggapi semua provokasi secara proporsional. “Pada saat yang sama, kekuatan nuklir utama harus bertindak dengan penuh tanggung jawab, termasuk menjaga saluran komunikasi militer untuk membahas setiap situasi krisis,” tegas dia. (Using)

Previous articleKini Turki Diterjang Banjir, 14 Orang Dilaporkan Tewas
Next articleKondisi Memprihatinkan, Satgas Yonif 143/TWEJ Dirikan Sekolah Darurat di Pedalaman Papua
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik