Mataram, sumbawanews.com – Gerakan Juang Pendidikan Indonesia (GJPI) DPW NTB yang tergabung dalam FPPPS bersama Komite Percepatan Pemekaran Pulau Sumbawa (KP4S) menggelar audiensi dengan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, membahas percepatan pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS), Senin (11/08).
Baca Juga: Nilai Alasan Moratorium Tendensius, Anggota DPRD NTB: PPS Terbentuk, Pusat Yang Bergantung
GJPI DPW NTB, Lalu Zuiardi menegaskan, semangat desentralisasi merupakan semangat reformasi yang diperjuangkan sejak 1998. “Melihat kasus pemekaran ini hanya melalui perspektif political will akan menghasilkan konklusi yang rancu akibat tarik-menarik kepentingan. Transformasi rakyat menuju kesejahteraan harus dilihat dan dieksekusi dengan good will yang menghasilkan common goods. Kedua pulau memiliki keunggulan luar biasa dengan keunikan sumber dayanya masing-masing. Pemekaran dipastikan akan menghasilkan efektivitas dan efisiensi ruang lingkup pemerintahan,” jelas dia.
Surbini Zakaria, Ketua Umum KP4S menegaskan, perjuangan pemekaran Pulau Sumbawa tidak didasari kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. “Ini murni demi kesejahteraan masyarakat ke depan,” katanya.
Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda S,H, bersama anggota DPRD lainnya menyampaikan dukungan penuh terhadap perjuangan pemekaran Pulau Sumbawa dan berkomitmen mengawal setiap langkah KP4S. “Keputusan final memang ada di pemerintah pusat, namun kami siap menandatangani surat pernyataan dukungan Pemekaran Pulau Sumbawa,” tegas Bu isvie.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk mempercepat proses administrasi dan advokasi ke tingkat pusat. Sehingga cita-cita mewujudkan pemerintahan yang lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap masyarakat Pulau Sumbawa dapat segera terwujud.
GJPI DPW NTB Sebagai organisasi yg memandang kepentingan masyarakat dan pendidikan siap mengkawal untuk percepatan pulau Sumbawa. “kami berharap pemerintah DPRD Provinsi benar-benar serius dan berkomitmen mengkawal aspirasi masyarakat, suara masa depan masyarakat terkait pemekaran pulau Sumbawa ini” Lalu Zuiardi. (Using)















