Home Berita AS Kehilangan Puluhan Aset Udara Bernilai Miliaran Dollar dalam Konflik dengan Iran

AS Kehilangan Puluhan Aset Udara Bernilai Miliaran Dollar dalam Konflik dengan Iran

Teheran, sumbawanews.com – Berbagai sumber menyimpulkan, selama Operasi Epic Fury, Angkatan Udara AS kehilangan puluhan aset. Dan Total kerugian diperkirakan melebihi $2 miliar.

Yakni Empat pesawat F-15E Strike Eagle hilang, satu di Iran dan tiga ditembak jatuh oleh tembakan kawan sendiri di Kuwait.

Baca Juga: Setelah F-15 dan F-35, Kini F-16 Diklaim Jadi Korban di Iran

Sebuah pesawat A-10 Warthog ditembak jatuh saat memberikan dukungan udara jarak dekat (CAS) untuk operasi pencarian dan penyelamatan tempur (CSAR).

Sebuah pesawat tempur F-35 Lightning II rusak akibat rudal permukaan-ke-udara (SAM) Iran.

Sebuah pesawat AWACS E-3 Sentry hancur total di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.

Baca Juga: Pesawat KC-135 AS Hilang di Irak

Dua pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135R jatuh, termasuk satu yang hancur di Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

Enam pesawat tanker tambahan rusak, satu dalam insiden di Irak dan lima di Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

Baca Juga: Berita Foto: Puing-puing Diduga Dua C-130 dan Satu satu MH-6 Little Bird

17 drone MQ-9 Reaper telah jatuh atau ditembak jatuh oleh pasukan Iran sejak 28 Februari.

Satu helikopter HH-60M rusak akibat serangan drone FPV di Kamp Kemenangan di Irak.

Dua helikopter HH-60W rusak selama operasi CSAR di Iran. (Using)

Previous articlePemkab Sumbawa Siapkan Skema Agroforestri Pengganti Jagung
Next articlePanglima TNI Hadiri Pengucapan Sumpah Hakim Konstitusi, Pelantikan Anggota Ombudsman RI dan Pelantikan Duta Besar RI
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.