Teheran, sumbawanews.com – Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araqchi dalam sebuah wawancara Minggu (01/03) menegaskan, Iran tidak memiliki batasan atau sekat untuk membela diri. Dan Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Revolusi akan membuat setiap konfrontasi dan pertikaian menjadi lebih rumit dan berbahaya.
Baca Juga: Diserang Israel dan AS, Angkatan bersenjata Republik Islam Iran Berjanji Akan Menanggapi
Dikatakan, etelah serangan rudal dan drone Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan tersebut, Amerika sedang mengevakuasi pangkalan mereka. Dan Hubungan Iran dengan negara-negara di seberang Teluk Persia baik dan mereka tidak memiliki masalah dengan kami.
“Kami tidak menyerang negara-negara tetangga kami di Teluk Persia, melainkan kami menyerang kehadiran AS di negara-negara tersebut. Kami melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan tersebut, yang menyebabkan mereka mulai mengevakuasi pangkalan mereka.
Ia menekankan, serangan Iran sekali l tidak ada hubungannya dengan negara-negara di kawasan ini. “Saya telah berhubungan dengan semua kolega dan rekan saya di kawasan ini dan telah mencoba menjelaskan posisi kami kepada mereka. Tentu saja kami menyadari posisi mereka. Mereka tidak senang. Beberapa dari mereka bahkan marah. Yang lain mencoba untuk memahami dan saya harap mereka mengerti bahwa apa yang terjadi di kawasan ini bukanlah kesalahan kami,” ucap dia.
Ia kembali menegaskan, perang Ini bukan pilihan Iran, namun adalah perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan Israel. “Jadi jika mereka (negara kawasan) marah, mereka seharusnya marah kepada Israel dan Amerika Serikat. Mereka seharusnya tidak menekan kami untuk menghentikan perang ini. Mereka seharusnya menekan pihak lain, karena kami tidak memulai perang ini,” katanya. (Using)















