Sumbawanews.com,- Seluruh institusi pendidikan di Johor, Malaysia, kembali membuka kegiatan belajar mengajar pada Senin, 26 Oktober 2026, setelah ditutup selama berminggu-minggu akibat kabut asap yang memburuk. Keputusan ini diambil berdasarkan penilaian kualitas udara yang menunjukkan tren penurunan Indeks Polusi Udara (API) selama lima hari terakhir, serta perubahan arah angin dan perkiraan hujan yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi udara. Pemerintah negara bagian Johor, melalui Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Muhammad Naqib Md Ghazali, menegaskan bahwa pembukaan sekolah tetap dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, termasuk kewajiban penggunaan masker dan pemantauan berkelanjutan terhadap tingkat API. Lebih dari 617.000 siswa dari 1.198 sekolah di Johor terdampak penutupan yang dimulai sejak 8 Oktober dan diperpanjang hingga 23 Oktober.
Pembukaan sekolah juga dipertimbangkan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ujian akhir tahun dan persiapan menghadapi ujian sekolah menengah nasional. Meski kondisi udara membaik, otoritas tetap siap mengambil tindakan lanjutan jika terjadi peningkatan polusi, dengan informasi resmi akan disampaikan melalui saluran resmi pemerintah. Sementara itu, Singapura masih mengalami penurunan kualitas udara dengan Indeks Standar Polutan (PSI) mencapai kategori tidak sehat, terutama di wilayah barat, meski hujan dan perubahan angin diperkirakan membantu mengurangi dampak asap yang berasal dari kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan.















