Home Berita Internasional Australia Tunda Pembelian 28 F-35, Fokus pada Senjata Jarak Jauh

Australia Tunda Pembelian 28 F-35, Fokus pada Senjata Jarak Jauh

Sumbawanews.com,- Canberra memutuskan menunda rencana pembelian 28 pesawat tempur F-35A Lightning II tambahan, beralih fokus ke penguatan senjata jarak jauh dan perpanjangan masa operasional F/A-18F Super Hornet. Keputusan ini diumumkan setelah pemerintah Australia mengalokasikan hampir 736 juta dolar Australia pada 6 Agustus 2026 untuk mengadakan rudal udara-ke-udara jarak jauh AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM), yang akan diintegrasikan pertama kali pada Super Hornet, lalu pada F-35A dan EA-18G Growler. Pemerintah menilai bahwa 72 F-35A yang telah diterima sebelumnya—semuanya telah mencapai status Final Operational Capability pada 7 Juli 2025—cukup memadai untuk mendukung strategi pertahanan jangka menengah. Menteri Industri Pertahanan Pat Conroy menjelaskan bahwa Super Hornet masih berkinerja sangat baik, sementara kemampuan F-35 ternyata lebih unggul dari perkiraan awal, sehingga tidak perlu segera menambah skuadron keempat. Dana yang dihemat dari penundaan pembelian F-35 akan dialihkan untuk memperkuat kemampuan serangan jarak jauh Angkatan Udara dan Angkatan Darat, serta memperluas armada kapal perang permukaan. Penundaan ini bukan pembatalan permanen, melainkan penataan ulang prioritas pertahanan berdasarkan Strategi Pertahanan Nasional April 2024.

Previous articleMU Dihajar 0-3 oleh Bournemouth, Tren Tanpa Menang Memanas
Next articleSyabilla Rizkia Putri Raharja Meninggal Dunia Usai Bertanding di Porprov Jateng 2026