Sumbawanews.com,- Perusahaan bioteknologi Radical Numerics menggunakan virus buatan kecerdasan buatan (AI) untuk mengobati seorang pasien yang menderita infeksi kronis kebal antibiotik. Virus yang dirancang oleh model AI bernama Omnii-1, diberikan melalui jalur compassionate use setelah mendapat otorisasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS. Virus tersebut adalah bakteriofag—jenis virus yang secara khusus menargetkan bakteri, bukan sel manusia—dan dirancang untuk mengatasi infeksi yang tidak responsif terhadap pengobatan konvensional.
Radical Numerics menyatakan bakteriofag hasil rancangan AI berhasil membunuh sampel bakteri penyebab infeksi dalam pengujian laboratorium. Pendekatan ini bukan hal baru dalam dunia medis, karena terapi bakteriofag telah digunakan selama puluhan tahun. Namun, penggunaan AI untuk merancang virus yang disesuaikan dengan strain bakteri spesifik merupakan terobosan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan mengklaim ini sebagai penggunaan pertama bakteriofag hasil rancangan AI pada pasien manusia.
Meski demikian, belum ada data klinis yang dipublikasikan mengenai respons pasien setelah menerima terapi tersebut. Laporan teknis dari Radical Numerics belum melalui proses peer review atau diterbitkan di jurnal ilmiah, sehingga klaim keberhasilannya masih memerlukan verifikasi independen. Otorisasi yang diberikan hanya berlaku untuk satu kasus, bukan persetujuan luas untuk penggunaan umum.
Keamanan dan efektivitas terapi ini masih perlu dipantau secara ketat. Jika terbukti berhasil, pendekatan ini berpotensi menjadi solusi bagi pasien dengan infeksi yang sulit ditangani oleh antibiotik konvensional. Namun, manfaat klinisnya belum bisa dipastikan tanpa data pengobatan yang transparan dan ditelaah oleh komunitas ilmiah.















