Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia akan bertemu Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 pada Senin, 5 Oktober, pukul 20:00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga penentuan ini menghadapkan Garuda pada lima pemain inti Thailand yang menjadi tulang punggung kejayaan negara itu di ajang sepak bola Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.
Manuel Bihr, pemain keturunan Jerman, menjadi pilar utama lini belakang Thailand bersama Kritsada Kaman. Kehadiran keduanya menciptakan lini pertahanan yang sulit ditembus, menjadi fondasi kokoh bagi serangan tim asuhan Anthony Hudson. Di tengah lapangan, Chanathip Songkrasin—yang kini berusia 33 tahun—tetap menjadi otak permainan sekaligus kapten tim. Meski usianya tak lagi muda, kualitas teknis dan penglihatan permainannya belum menurun, menjadikannya ancaman konstan bagi pertahanan lawan.
Sarach Yooyen, gelandang BG Pathum United, menjadi mitra sempurna bagi Chanathip. Kombinasi keduanya dikenal mampu mengubah ritme permainan dalam sekejap, terutama saat Thailand mendapat momentum. Di lini depan, Supachok Sarachat—yang bermain di Hokkaido Consadole Sapporo, Jepang—menunjukkan fleksibilitas luar biasa. Pemain berusia 28 tahun ini mampu berperan sebagai gelandang serang maupun playmaker, menghubungkan lini tengah dengan serangan final.
Tak kalah mengancam adalah Teerasak Poeiphimai, striker berusia 24 tahun dari Port FC. Meski masih muda, ia telah menjadi pilihan utama di depan gawang, menggeser sejumlah striker senior Thailand karena kecepatan, ketajaman, dan kecerdasan posisinya. Barisan belakang Indonesia wajib waspada terhadap gerak cepat dan tembakan tepat sasaran yang menjadi ciri khasnya.
Thailand, yang pernah juara Piala AFF 2016, 2020, dan 2022, membawa skuad berpengalaman dengan campuran talenta muda yang siap mengejutkan. Laga ini bukan sekadar final, tapi ujian nyata bagi ketahanan dan strategi Timnas Indonesia melawan kepiawaian dan pengalaman para bintang Changsuek.















