Home Berita Lawyer Corporae asal Sumbawa Jahar berpendapat : Andaikan Asean punya mata uang...

Lawyer Corporae asal Sumbawa Jahar berpendapat : Andaikan Asean punya mata uang tunggal seperti dollar dan Euro

Sumbawa – sumbawanews.com – Jahar yang merupakan seorang Pengacara muda asala sumbawa yang juga aktif sebagai lawyer corporate dan juga aktif didalam dunia bisnis berpendapat, Sering kali kita menyaksikan pergerakan nilai tukar mata uang negara-negara ASEAN yang naik turun tak menentu ucapnya.

Rupiah, Ringgit, Baht, Dolar Singapura, Kip, Riel, Kyat, Dong, hingga Peso—semuanya bergerak sendiri-sendiri, kadang saling menguntungkan, lebih sering saling memberi beban bagi perdagangan antarnegara sesama kita Asean. Pungkas pengacara muda ini.

Lalu berdasarkan pengalamannya muncul pertanyaan: bagaimana jika ASEAN memiliki satu mata uang bersama, sebagaimana Eropa punya Euro atau dunia mengakui peran Dolar Amerika Serikat?

Gagasan ini bukan hal baru. Sejak lama, integrasi ekonomi ASEAN selalu mengarah pada kemudahan perdagangan, investasi, dan pergerakan modal. Mata uang tunggal bisa menjadi puncak kerja sama tersebut.

Bayangkan: bepergian dari Sabang sampai ke Singapura, dari Yangon hingga ke Timor Leste tanpa perlu menukar uang, tanpa terhitung biaya konversi yang terus menggerus nilai pendapatan rakyat. Biaya transaksi perdagangan antarnegara bisa turun drastis, ketidakpastian nilai tukar yang selama ini menakutkan para pelaku usaha bisa hilang. Pasar tunggal ASEAN akan benar-benar terasa sebagai satu rumah besar yang utuh.

Namun lawyer muda ini juga memberikan PR, di balik impian indah itu, ada tantangan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Eropa membutuhkan puluhan tahun persiapan, kesepakatan politik yang kuat, serta keselarasan kebijakan ekonomi dan keuangan antarnegara anggotanya sebelum Euro lahir.

Sementara di ASEAN, tingkat kemajuan ekonomi tiap negara sangat beragam. Ada negara dengan pendapatan per kapita tinggi seperti Singapura, dan ada yang masih berjuang mengentaskan kemiskinan secara menyeluruh. Mengatur kebijakan moneter yang sama untuk semua tentu tidak mudah—apa yang baik bagi satu negara, belum tentu cocok bagi negara lain.

Selain itu, kedaulatan kebijakan keuangan menjadi taruhan terbesar. Dengan mata uang tunggal, tiap negara tidak lagi bisa leluasa mencetak uang atau menurunkan suku bunga sendiri untuk mengatasi masalah ekonomi dalam negeri. Kerusuhan ekonomi di satu negara bisa dengan cepat menjalar ke seluruh kawasan, ibarat satu kapal yang bocor membuat semua penumpang basah ucap lawyer muda ini.

Tetapi, mustahil bukan berarti tidak mungkin. Langkah menuju keserupaan kebijakan ekonomi, penguatan kerja sama bank sentral, dan kesepakatan menjaga stabilitas keuangan bersama bisa dimulai dari sekarang. Kita tidak harus melompat langsung ke mata uang tunggal besok pagi. Perjalanan panjang ini bisa dilakukan selangkah demi selangkah, dengan kehati-hatian dan kebersamaan tambah lawyer ini.

Andaikan ASEAN punya mata uang tunggal, itu bukan sekadar soal kemudahan bertransaksi. Itu adalah bukti kedewasaan, kepercayaan, dan kebersamaan sejati—bahwa kita sanggup meletakkan kepentingan bersama di atas kepentingan masing-masing bangsa. Saat itu tiba, bukan hanya dompet rakyat yang lebih ringan, melainkan posisi ASEAN di panggung dunia akan jauh lebih tegak, lebih kuat, dan lebih dihormati tutup Dirut AES Law Firm ini.

Previous articleMaarten Paes Merinding Dukung Garuda di SUGBK, Imbang 0-0 Lawan Malaysia
Next articleTimnas Indonesia Bertahan Gigih, Imbang 0-0 Lawan Malaysia dengan 10 Pemain
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik