Sumbawanews.com,- Otoritas Nepal melaporkan jumlah korban hilang akibat banjir bandang di perbatasan China meningkat menjadi 6.150 orang, setelah memverifikasi data dari berbagai distrik terdampak. Sebanyak 1.446 orang tewas di kedua negara, dengan 1.403 jenazah ditemukan—hanya 105 di antaranya yang berhasil diidentifikasi. Di China, 43 orang tewas dan 519 lainnya dilaporkan hilang. Banjir yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya itu menimpa wilayah pegunungan, termasuk Distrik Nuwakot, dan diduga dipicu oleh kenaikan suhu global yang mempercepat pencairan es di Himalaya. Pemerintah Nepal memperkirakan kerugian ekonomi mencapai US$ 4,78 miliar. Sebanyak ratusan warga asing, termasuk wisatawan dan peziarah, turut masuk dalam daftar orang hilang. Perdana Menteri Balendra Shah berencana membawa isu ini ke Sidang Majelis Umum PBB pekan depan.















