Sumbawanews.com,- NATO memiliki keunggulan besar dalam kekuatan udara.
Ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin, Nikolay Patrushev, mengancam bahwa Polandia dapat “lenyap dalam dua atau tiga hari” jika negara itu terlibat perang langsung melawan Rusia. Pernyataan itu disampaikan Patrushev dalam wawancara dengan surat kabar Rusia Argumenty i Fakty pada 15 September 2026, sebagai respons terhadap komentar Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski. Sikorski, dalam pertemuan Yalta European Strategy di Kyiv pada 12 September 2026, justru menilai bahwa NATO mampu mengalahkan Rusia dengan cepat jika aliansi itu merespons serangan Moskow tanpa batasan, karena memiliki keunggulan signifikan dalam kekuatan udara. Sikorski menyebut NATO memiliki sekitar 2.500 pesawat tempur, termasuk F-35 dan rudal JASSM, dan menekankan bahwa keunggulan ini mencakup seluruh anggota aliansi, bukan hanya Polandia. Ia juga memperkirakan bahwa kapasitas pengilangan minyak Rusia yang masih beroperasi bisa dilumpuhkan dalam enam pekan jika NATO mengerahkan seluruh kemampuan serangan jarak jauhnya. Patrushev mengecam pandangan Sikorski sebagai “amatir” dan mengklaim Rusia belum memaksimalkan potensi militer sepenuhnya dalam perang di Ukraina. Namun, kedua pernyataan tersebut tetap bersifat estimasi politik dan tidak diakui sebagai proyeksi resmi atau verifikasi militer independen.















