Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menghubungi pemerintah AS secara langsung dan menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan. Pernyataan itu disampaikan Trump usai tiba di Carolina Utara pada Rabu, 16 September 2026, ketika ditanya mengenai perkembangan konflik antara kedua negara. “Mudah-mudahan kita sudah mendekati akhir perang,” ujarnya, menambahkan bahwa pihaknya akan menunggu kelanjutan dari komunikasi tersebut. Trump menegaskan bahwa saluran komunikasi yang digunakan Iran adalah saluran langsung, bukan melalui perantara.
Namun, pernyataan Trump bertentangan dengan respons resmi Iran yang dikeluarkan sehari sebelumnya. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Teheran tidak akan membuka negosiasi dengan Washington sebelum semua syarat yang diajukan Iran dipenuhi. Ketegangan antara AS dan Iran terus memanas, terutama terkait kendali atas Selat Hormuz, meskipun pada Juni 2026 telah ditandatangani memorandum yang bertujuan membuka kembali jalur strategis itu sebagai langkah awal menuju perdamaian.
Konflik bersenjata antara AS dan Iran memburuk setelah serangan besar-besaran dilancarkan AS dan Israel pada akhir Februari 2026. Serangan itu menargetkan fasilitas pemerintah, infrastruktur rudal, dan sistem pertahanan udara Iran, dengan alasan mencegah pengembangan senjata nuklir dan melemahkan kemampuan rudal Teheran. Iran membantah memiliki program senjata nuklir dan membalas dengan serangan drone serta rudal terhadap Israel dan pangkalan militer AS di kawasan. Konflik pun meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah, sementara upaya diplomatik terus berjalan di latar belakang.















