Sumbawanews.com,- Tim SAR Gabungan terus menyisir perairan Selat Sunda pada hari kesembilan pencarian terhadap delapan orang yang hilang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Pencarian difokuskan pada wilayah tenggara Gunung Anak Krakatau, berdasarkan analisis arus laut, gelombang, dan arah angin. Sebanyak 22 kapal dan 570 personel dikerahkan untuk menyisir delapan sektor pencarian yang mencakup total luas 3.439 nautical mile persegi.
Sektor A hingga H dibagi berdasarkan luas dan kebutuhan alat utama. Sektor A (511 NM²) dikerahkan KRI Dewa Kembar dan KP Sanjaya, sementara Sektor B (539 NM²) menggunakan KN SAR Basudewa. Sektor C (585 NM²) melibatkan KRI Leuser, dan Sektor D (319 NM²) dikerahkan KN SAR Antasena serta KRI Lepu. Sektor E (271 NM²) menggunakan RIB 02 Lampung dan KAL Pohawang, sementara Sektor F (265 NM²) melibatkan tujuh kapal patroli. Sektor G (282 NM²) dikerahkan RIB 02 Banten, KAL Anyer, dan RBB Pulau Peucang. Sektor H, terluas dengan luas 667 NM², dikerahkan KN SAR Tetuka, KRI Kerapu, KRI Gilimanuk, dan KN Damaru.
Kasi Ops Basarnas Banten Rizki Dwiyanto menegaskan, penentuan zona pencarian didasarkan pada perhitungan dinamika laut dan cuaca. Tidak ada penambahan atau perubahan area pencarian selain yang telah ditetapkan berdasarkan model prediksi arus. Pencarian tetap berlangsung meski terkendala faktor cuaca dan jarak tempuh yang luas.















