Sumbawanews.com,- Minggu, 13 September 2026, menjelang laga Derby Manchester di Old Trafford, pernyataan Elliot Anderson tentang Manchester City sebagai “Raja Manchester” memicu reaksi berbeda dari kedua pelatih. Pemain yang dibeli City dari Nottingham Forest senilai 116 juta pound itu menyatakan, “Selama yang saya tahu soal Manchester, City adalah rajanya Manchester. Mereka adalah pemenang, mereka tahan banting, dan saya ingin jadi bagian dari itu.” Pernyataan itu kembali mencuat menjelang laga pekan keempat Liga Inggris, pukul 22.30 WIB.
Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, membela pernyataan anak asuhnya. “Menurut saya, Elliot bilang seperti itu karena dia menyaksikan dominasi Manchester City selama 15 tahun terakhir. Jadi hal itu wajar,” ujarnya, merujuk pada enam gelar liga yang diraih City di bawah asuhan Pep Guardiola sejak 2016. Sementara itu, pelatih Manchester United, Michael Carrick, menolak keras istilah itu. “Saya sama sekali tidak mau memakai kata-kata itu,” tegasnya. “Kami cukup rendah hati dan realistis untuk menyadari posisi kami dalam sejarah belakangan ini.”
Meski City mendominasi dekade terakhir, Manchester United tetap menyandang rekor sebagai klub tersukses di Liga Inggris era modern—dengan 13 gelar juara di bawah Sir Alex Ferguson pada 1990-an hingga 2013. Laga ini bukan sekadar pertarungan tiga poin, tapi juga perdebatan tentang warisan, identitas, dan siapa yang berhak menyandang gelar “raja” di kota Manchester.















