Sumbawanews.com,- Arab Saudi menutup pipa minyak East-West setelah serangan drone, sementara kelompok Houthi merebut Pulau Mayun di Selat Bab al-Mandeb pada 10 September 2026, memperdalam ancaman terhadap rute ekspor minyak utama negara itu. Penguasaan pulau vulkanik kecil yang juga dikenal sebagai Perim itu merupakan kemajuan teritorial terbesar Houthi dalam beberapa tahun terakhir, memperkuat upaya Iran untuk mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat. Pipa yang dibangun pada 1980-an menjadi tulang punggung ekspor minyak Arab Saudi melalui Laut Merah, dengan volume ekspor mencapai lebih dari 5 juta barel per hari pada Juni 2026. Kementerian Energi Arab Saudi menyebut penutupan pipa sebagai langkah pencegahan, sementara Kementerian Luar Negeri menuduh drone-serangan berasal dari Irak, yang kemudian mengecam serangan itu dan memerintahkan penyelidikan.
Houthi, yang didukung Iran, menyatakan bahwa navigasi laut tetap aman bagi semua kapal kecuali yang berasal dari Arab Saudi, dan bersumpah akan melakukan “eskalasi untuk membalas eskalasi”. Serangan terhadap infrastruktur minyak dan kapal-kapal Saudi di Laut Merah telah berlangsung sejak Juli 2026, sebagai respons terhadap blokade yang diberlakukan Arab Saudi terhadap wilayah Yaman yang dikuasai mereka. Setelah merebut kota Mokha pada 10 September, Houthi menyerang bandara di kota itu, meski tidak ada laporan korban atau kerusakan signifikan. Pemerintah Yaman yang diakui internasional mengaku terkejut karena Arab Saudi tidak merespons dengan serangan udara untuk mencegah jatuhnya Mokha, yang berjarak 80 kilometer dari Selat Bab al-Mandeb, dan menyalahkan kurangnya koordinasi antar milisi sekutu.
Peningkatan ketegangan mengancam gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 2022, memicu gelombang pengungsian massal. Badan Migrasi PBB melaporkan lebih dari 46.000 orang mengungsi dalam sepekan terakhir, dengan banyak dokter dan tenaga medis meninggalkan wilayah konflik. Organisasi Doctors Without Borders berupaya mempertahankan operasional rumah sakit di Mokha meski stafnya hampir habis. Harga minyak mentah dunia melonjak di atas US$100 per barel, memberi Iran daya tawar lebih besar dalam setiap kemungkinan perundingan. Iran menyerukan penghentian blokade Arab Saudi dan pemulihan perundingan antara Riyadh dan Houthi, sementara Arab Saudi menegaskan tetap memiliki hak membela diri. Konflik ini memperdalam krisis kemanusiaan di Yaman, negara termiskin di dunia Arab, yang telah menewaskan 150.000 orang sejak 2014 dan memaksa jutaan lainnya hidup di ambang kelaparan.















